Lamongan - Dua orang saksi mata penangkapan terduga
teroris mengaku sempat menghalangi anggota Densus 88 yang saat itu
sedang mendesak Iwan di TKP, 5 meter dari perempatan jalan Kombespol M
Duriyat - Jalan Suwoko, Minggu (15/12/2013).
Kedua saksi yang tak bersedia ditulis namanya ini mengaku tidak tahu bahwa itu anggota Densus 88.
”Waktu
itu sempat melerai, saya kira mereka orang sipil sepertinya sedang
mabuk minuman keras yang dengan tiba-tiba menghadang terduga saat sedang
mengendarai sepeda motornya,”ungkap salah seorang saksi.
Tapi
saksi baru tahu setelah beberapa anggota Densus menjelaskan, kalau
mereka dari anggota Densus 88 yang sedang bertugas menangkap teroris.
”Jangan ikut-ikut, kita ini Densus sedang menangkap teroris,”sergah salah seorang anggota Densus seperti ditirukan saksi.
Kedua
saksi ini akhirnya menghindar dan baru meyakini mereka anggota Densus
88 setelah beberapa orang merangsek turun dari dua mobil dengan
bersenjata lengkap.
Saksi mengku tercengang menyaksikan gerak
cepat anggota Densus saat meringkus terduga yang tidak lebih dari lima
menit. ”Gerakannya sangat cepat,”ungkap saksi.
Para saksi
menjelaskan, sejak pagi sebenarnya ia telah melihat sejumlah anggota
Densus 88 itu mondar - mandir di perempatan jalan. Termasuk ada juga
yang sedang ada di warung selatan perempatan jalan.
Tapi sekali lagi, kata saksi, ia sama sekali tidak mengira kalau mereka anggota Densus.
Dianggapnya orang - orang itu adalah penggembira dan rombongan dari peserta balap motor.
Sebab
bersamaan Minggu siang (15/12/2013) itu Lamongan sedang ramai ada
acara balap motor di alun - alun. Sementara sejumlah ruas jalan dalam
kota padat akan pengunjung dan pengantar peserta balap motor.
Praktis
kedua saksi menjauh dari TKP namun tetap mencuri pandang bagaimana
anggota Densus mengamankan terduga. Saat dipepet anggota Densus, terduga
berusaha kabur dan tidak berdaya lantaran dikepung banyak anggota
Densus.
