Terkini
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak Lukai 6 Orang

Post By Indo Artha on 6 Maret 2014 | 10:24 PM

Korban Kecelakaan Tol Tangerang-Merak KM 50 (Yandhi Deslatama)
Gombek.com, Serang - Seluruh korban kecelakaan beruntun di Jalan Tol Tangerang-Merak KM 50 yang membuat ringsek 9 sembilan mobil, telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Korban mengalami luka ringan dan berat.

"Luka berat 2 dari mobil Carry. Luka ringan 4. Dan dilarikan Ke Rumah Sakit Asih, Serang," terang Polisi Jalan Raya (PJR) AKP Wahyu di kantornya, Kamis (6/4/2014).

Wahyu pun mengungkapkan nama korban luka yang mendapat perawatan di RS. "Sari Asih adalah Yamiarti (45), Silo Suwikno, Emon (40), Awab (43), Andry (33)," paparnya.

Sebelumnya, korban kecelakaan akibat mobil Innova berhenti mendadak dalam kondisi hujan deras disebutkan berjumlah 5 orang. Dengan kondisi luka di kepala, pelipis, hingga patah tulang. Yang semuanya telah dilarikan ke UGD Rumah Sakit Sari Asih.

Selain itu, Wahyu juga menuturkan, semua mobil yang terlibat kecelakaan melaju dari arah Tangerang menuju Serang. Kecelakaan beruntun ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.

"Innova B 1633G PD, Pick up L300 A 8663 AD, Avanza A 1064 VK, Terios B 1736 VFR, Avanza A 1250 EL, APV B 72320 CY, Carry pick up B 9310 GAB, Terios B 2894 CI dan truk BH 1872 BU," tukas Wahyu.

Kronologi Meledaknya Gudang Senjata Kopaska TNI AL

Post By Indo Artha on 5 Maret 2014 | 6:22 PM

Gombek.com,  Jakarta - Gudang amunisi markas Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, Pondok Dayung, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, meledak pagi tadi. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan penyebabnya ledakan tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama Untung Suropati mengatakan, pada saat kejadian, anggotanya sedang melakukan pengecekan gudang amunisi tersebut.

"Tadi pagi kurang lebih 08.15 WIB pagi seperti biasa anggota jaga gudang amunisi melaksanakan pengecekan rutin dari segi kebersihan, jumlah senjata dan aspek-aspek keamanan lain sampai dengan pada jam itu gudang amunisi aman," ujar Untung Suropati di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Rabu (5/3).

Lanjut Untung, memasuki pukul 09.05 secara tiba-tiba terlihat dan tercium kumpulan asap hitam pekat di gudang amunisi.

"Reaksi anggota jaga seperti biasa dalam SOP secepatnya mengambil pemadam kebakaran kemudian disemprotkan dan waktu terus bergulir sekitar pukul 09.20 WIB pertamanya terdengar ledakan kecil. Kurang dari 60 detik baru ternyata dentuman hebat," jelasnya.

Untuk mengusut penyebab ledakan tersebut, TNI AL memastikan akan bekerja sama dengan Tim Pusat laboratorium forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

"Kira-kira pastinya 2-3 hari ke depan belum dapat dipastikan penyebab ledakan karena tunggu daerah ini steril terlebih dahulu," tandasnya.

Teror Politik Pencabut Nyawa

Post By Indo Artha on 4 Maret 2014 | 12:38 AM

Gombek.com, Jakarta - Dor! Suara tembakan memecah keheningan malam. Tak hanya satu peluru yang muntah, tapi 42. Teror politik dimulai.

Peluru-peluru itu bersarang di tubuh Faisal (40). Dia adalah salah satu calon legislator (caleg) DPRK Aceh Selatan dari Partai Nasional Aceh (PNA) dengan nomor urut 1 untuk Daerah Pemilihan II. Dia juga menjabat Ketua PNA Kecamatan Sawang.

Faisal terkapar tewas diberondong tembakan oleh orang yang tak dikenal pada Minggu 2 Maret sekitar pukul 21.00 WIB. Tepatnya di Desa Ladang Tuha, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan. Faisal menghembuskan napas terakhir saat dilarikan ke rumah sakit.

Menurut Ketua Umum PNA Irwansyah, Faisal diberondong tembakan dengan senjata laras panjang. Saat itu, Faisal tengah melintas dengan mobil di kawasan Jalan Gunung Cot Mancang, Gampong Ladang Tuha dari arah Aceh Barat Daya, menuju Tapaktuan, Aceh Selatan.

"Setelah menembaki, pelaku langsung kabur melarikan diri," kata Irwansyah saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Senin (3/3/2014).

Berdasarkan laporan anak buahnya di lapangan, Faisal diberondong hingga 42 kali. "Keluarga besar PNA ikut berduka cita atas meninggalnya kader terbaik kami," ujar Irwansyah.

Dengan kondisi tubuh yang mengenaskan karena diterjang peluru yang merobek bagian tubuhnya, Faisal sempat dibawa ke RSUD Yulidin Awah Tapaktuan untuk divisum.

Terkait Pemilu

Kapolri Jenderal Sutarman angkat bicara terkait kasus itu. Ia mengatakan, timnya tengah diturunkan untuk menyelidiki dan membongkar pembunuhan itu.

Sebuah tim khusus dari Mabes Polri juga ditugaskan langsung untuk mengamankan pelaksanaan pemilu di Aceh pascakejadian nahas itu.

"Pasukan saya akan dikirim 10 SSK (Satuan Setingkat Kompi) dari Mabes Polri ke Aceh untuk pengamanan Pemilu," ujar Sutarman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/3/2014).

Menurut Sutarman, saat ini penyelidikan telah berjalan. Namun belum ada petunjuk tentang pelaku kejahatan itu.

"Pelaku belum teridentifikasi," imbuhnya.

Penembakan yang menewaskan Faisal, ungkap Kapolri, diduga terkait pertikaian politik antarpartai. Penembakan itu juga erat dengan Pemilu 9 April 2014.

"Aceh dulu seperti itu. Dulu saja pendatang ditembakin, diteror," ungkap.

Sutarman menyatakan Aceh termasuk daerah konflik. Namun berbeda dengan daerah lain, konflik di Aceh murni akibat Pemilu.

"Daerah-daerah potensi konflik ada Papua, Poso, Aceh. Tetapi Poso tidak terkait dengan pemilu. Papua tidak langsung terkait dengan pemilu. Kalau Aceh jelas terkait dengan pemilu," tegas Sutarman.

Dengan terjadinya penembakan atas Faisal, mantan Kabareskrim itu menilai peristiwa tersebut bisa menjadi pembelajaran politik yang tidak baik. Oleh karena itu Polri bergerak cepat.

Bukan Pertama

Penembakan yang menimpa caleg PNA bukanlah teror politik yang pertama di Aceh. Awal Februari lalu, Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan PNA juga tewas dianiaya 2 pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor di Desa Lam Kuta, Pidie, Aceh Barat.

Teror politik juga menimpa Posko pemenangan caleg Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara dari Partai NasDem Zubir HT, di Jalan Line Exxon Mobil, Desa Munyee Kunyet, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam. Posko itu ditembaki orang misterius.

Menurut Zubir, insiden tersebut terjadi pada Minggu 16 Februari pukul 04.20 WIB. Para pelaku yang datang dengan mengendarai sepeda motor langsung melepaskan tembakan sebanyak sepuluh kali ke arah posko.

Dua orang anggota tim pemenanganya dipukuli oleh penyerang tak dikenal tersebut. Saat itu, di posko ada lima orang anggota yang sedang bertugas.

"Begitu mendengarkan suara tembakan, 3 orang anggota yang sedang berjaga di depan posko langsung berhamburan diri menyelamatkan jiwa masing-masing," kata Zubir.

"Sementara, 2 orang yang berada di dalam posko tidak sempat melarikan diri, hingga akhirnya mereka dianiaya dengan cara ditendang di kepala, rahang dan punggung sampai memar mengeluarkan darah," tambah dia.

Polisi menemukan 7 selongsong peluru di Posko Partai Nasdem Aceh Utara. Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Agus Rianto, jenis senjata yang digunakan pelaku masih dalam penyelidikan. Yang jelas, pelaku menggunakan satu senjata panjang.

"7 Selongsong peluru di TKP (tempat kejadian perkara), jenis senjata belum bisa dipastikan. Tetapi itu jenis senjata panjang," ungkap Agus.

Saat ini, sambungnya, tersangka masih dalam proses penyelidikan. Langkah utama yang dilakukan adalah menyisir TKP dan menanyakan kronologis penembakan pada 5 saksi yang berada di lokasi.

Agus menambahkan, hasil dari penyidik Polres Aceh Utara tidak mengarahkan dari pihak manapun yang terlibat dari pelaku penembakan ini. Saat ini polisi masih belum bisa memastikan siapa tersangka yang terlibat termasuk motif dari penembakan tersebut.

"Tersangka 2 orang, diduga membawa senjata panjang dan membawa kendaaran motor bebek," tukas Agus.

Dilempar Molotov

Setelah posko Partai Nasdem di Aceh Utara diberondong tembakan, kini teror menimpa rumah salah satu calegnya, T Husaini yang beralamat di Desa Meunasah Nibung, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara. Rumah T Husaini dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal pada Jumat 21 Februari pukul 02.00 WIB dini hari.

"Kami sangat prihatin akan kejadian ini, seharusnya semua pihak bisa menerima jalannya pesta demokrasi, bukan pesta teror-meneror," ujar Sekjen Partai Nasdem Aceh Utara Syaifuddin saat dihubungi Liputan6.com.

Husaini merupakan caleg DPRK Aceh Utara Dapil III. Akibat pelemparan bom molotov tersebut, rumah Husaini mulanya terbakar pada bagian pintu. Namun api kemudian menjalar ke bagian dalam hingga membakar rak penyimpanan Alquran.

"Saat kejadian Beliau tidak ada di rumah, istri dan anaknya juga sedang berada di rumah orangtuanya. Saat kejadian, ada warga yang melihat kobaran api dan melaporkannya kepada keluarga korban," ujar Syaifuddin.

Pada pagi harinya, Partai Nasdem langsung melapor ke polisi. Mendapat laporan, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasil olah TKP polisi menyebut kebakaran itu akibat lemparan bom molotov.

Syaifuddin menambahkan sederetan teror yang menimpa partai Nasdem di Aceh terjadi karena ada kekawatiran pihak tertentu terhadap kepopuleran partainya yang selama ini terus meningkat.

"Partai Nasdem kan lagi naik-naiknya saat ini. Mereka khawatir akan hal itu, makanya diteror," tutur dia.

Dia meminta polisi mengusut teror ini, agar demokrasi di Aceh dapat berlangsung sebagaimana mestinya. "Kader kita ketakutan dan khawatir akan hal ini, kami minta polisi untuk dapat menuntaskan teror terhadap Partai Nasdem," pungkas Syaifuddin.

Kabut Asap, Libur Sekolah Pekanbaru Diperpanjang

Post By Indo Artha on 3 Maret 2014 | 4:13 AM

Gombek.com, Jakarta - Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Pekanbaru, Riau masih dinyatakan tak sehat lantaran kabut asap yang terus terjadi. Dan untuk sementara, aktivitas belajar-mengajar sengaja diliburkan.

Para siswa mulai dari PAUD, TK, dan SD sederajat diminta untuk libur sejenak.

"Kasihan siswa kalau tetap sekolah dengan kondisi udara tidak sehat. Itu membahayakan kesehatan. Jadi, libur dari tanggal yang berakhir 1 Maret 2014 kemarin, diperpanjang lagi. Sampai kapan liburnya melihat kondisi udara," ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Dr Zulfadil, Minggu (2/3/2014).

Namun libur ini tak berlaku bagi SMP, SMA, dan sederajat. Para siswa tetap masuk sekolah tanpa ada perpanjangan libur.

"Bisa saja diliburkan kembali kalau keadaan udara memburuk. Namun, keputusan menambah libur sekolah itu harus mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan Pekanbaru," katanya.

Selain rekomendasi dari Diskes Pekanbaru, tambah Zulfadil, harus ada rapat koordinasi dengan seluruh kepala sekolah. "Kalau hasil rapat menyatakan libur, kami liburkan," katanya.

Zulfadil berharap kondisi udara di Pekanbaru membaik. Ia tidak ingin proses belajar seluruh siswa terganggu lama oleh kabut asap. "Semoga kabut asap cepat berlalu," harap Zulfadil.

*Sumber : liputan6.com

Perempuan Muslim di Somalia Harus Disunat Jika Ingin Menikah

Gombek.com, Mogadishu - Perempuan di Somalia selama berabad-abad memiliki tradisi sunat perempuan (Female Genital Mutilation/FGM). Jika tidak disunat, maka perempuan tak bisa menikah karena dianggap `kotor`.

Aktivis UNICEF mengkampanyekan bahaya sunat perempuan di Somalia. Sebanyak 30 remaja Somalia, baik perempuan ataupun laki-laki di Sheik Nuur Primary School, Hargeisa, sebenarnya setuju jika praktik sunat itu harus ditinggalkan. Namun, remaja ini mengungkapkan perempuan harus sunat.

"Itu tradisi kami dan jika perempuan tidak disunat dia tak diterima untuk menikah," kata Asthma Ibrahim Jabrik (17).

Sebanyak 15 gadis yang duduk berhadapan dengan lelaki di Sheik Nuur Primary Scholl sudah mengalami sunat, pemotongan klitoris dan labia minora. Mereka semua mengatakan itu merupakan hal yang benar dilakukan.

Sunat pada perempuan datang dalam berbagai bentuk. Di Somalia, remaja menutup vaginanya dengan jahitan sampai menikah. Semua orang setuju ini harus segera diakhiri. "Saya ingin ini diberantas. Ini tradisi lama," kata Ikram Ismail (18).

"Ketika ibu saya masih muda, tak ada yang bisa berbicara tentang hal itu secara terbuka. Tetapi, sekarang orang memahami bahwa hal itu merugikan jadi sebabnya kita membicarakan tentang hal itu," katanya lagi seperti dikutip Dailynews, Minggu (2/3/2014).

Sunat pada perempuan bisa menyebabkan pendarahan parah dan masalah buang air kecil, kista, infeksi, infertilitas, dan komplikasi melahirkan, termasuk meningkatnya risiko kematian bayi baru lahir.

Menurut WHO, lebih dari 125 juta anak perempuan dan perempuan yang hidup saat ini di 29 negara di Afrika dan Timur Tengah telah disunat.

Di Somalia, anak perempuan harus disunat berhubungan dengan seks dan pernikahan. Pria mengharapkan menikahi wanita yang perawan. Jika perempuan tak melakukan sunat, ia dianggap najis. Itulah yang menyebabkan banyak perempuan Somalia takut jika pria tak menginginkannya menjadi istri karena belum disunat.

"Anda dijahit dan tak dibuka sampai hari pernikahan Anda," kata Petugas Perlindungan Anak untuk UNICEF, Charity Kinya Koronya.

"Mereka mengatakan, seseorang yang terbuka, bisa dimasuki siapapun," katanya lagi.

Sheik Khalil Abdulai Ahmed, menteri pemerintahan urusan agama mengatakan, sunat perempuan bisa menyebabkan kematian, rasa sakit, dan masalah mental.

Amina Mohamed Jirde, istri presiden Somaliland, memohon agar praktik sunat ini dihentikan. Menurutnya, sebaiknya setiap gadis dinikahi tanpa diskriminasi. "Praktik ini tidak bagus untuk gadis," kata Jirde. "

Amran Mohamud (40) menghabiskan 15 tahun menyunat perempuan. Ia ingat betul bagaimana gadis-gadis itu tak berhenti pendarahannya. Setelah ia mengikuti kelas Tostan, ia berhenti dari profesi yang ia pelajari dari ibunya. Ia dibayar $30 dan $ 50 untuk per prosedur.

Mohamud melakukan sunat pada putri sulungnya . Tapi cucu-cucu perempuannya tidak mengalaminya. Mohamud mengatakan bahkan ibunya menentang praktek itu sekarang.

6 Kecelakaan di Jabodetabek Minggu Dini Hari Ini, 1 Tewas

Post By Indo Artha on 2 Maret 2014 | 3:34 AM

Gombek.com, Jakarta - Terjadi 6 kecelakaan pada Minggu (2/3/2014) dini hari ini. Di antaranya terjadi pada seorang pengendara sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi B 6860 di Mangga Dua, Jakarta Barat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan TMC Polda Metro Jaya, pengendara motor itu diduga merupakan korban tabrak lari. Korban meninggal dunia dan kini dibawa ke RSIP Sulianti Saroso.

Kecelakaan juga terjadi di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, melibatkan Yamaha Vixion dengan nomor polisi B 3445 TWJ. Kecelakaan pun terjadi pada pemotor Yamaha Vixion B 6417 WKG di sebelum underpass arah Pondok Indah, dekat Delta.

Selain itu, di Kawasan Gaplek, Jakarta Selatan yakni mobil Taksi menabrak separator. Kecelakaan lainnya, 2 mobil di sekitar Km 10 Cikunir arah Bekasi Barat kecelakaan.

Terakhir, mobil Daihatsu Xenia B 1425 KKJ tabrakan dengan motor Honda Tiger B 6891 FZQ di Jalan Raya Bekasi, Cakung arah Pulogadung.

Hingga berita ini diunggah, pihak kepolisian belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Status Sinabung Masih `Awas`, Hindari Radius 5 Km

Gombek.com, Karo- Jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, hingga Sabtu ini tinggal 15.873 orang atau 5.002 keluarga. Meski demikian, status Gunung Sinabung masih "Awas".

Ketua Media Center Penanganan Bencana Gunung Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Taringan, mengatakan, jumlah pengungsi tersebut semakin berkurang karena setiap hari ada saja warga yang pulang ke desa dan rumahnya.

Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Karo dan Satgas Penanggulangan Bencana belum dapat memastikan kapan akan berakhirnya aktivitas Gunung Sinabung itu.

"Karena status Gunung Sinabung tersebut masih tetap bertahan di level "Awas" dan masyarakat yang berada di bawah radius 5 kilometer harus mengungsi ke tempat yang aman," kata Jhonson, seperti dimuat Antara.

Pemkab Karo masih terus memantau sebagian pengungsi yang telah pulang ke desa dan rumah mereka yang berada di luar radius lima km dari kawah Sinabung. "Pengungsi yang kembali ke desa tersebut berada di zona aman dari erupsi Gunung Sinabung," ujar juru bicara Pemkab Karo.

Data Posko Penanggulangan Bencana Sinabung di Kabanjahe menyebutkan sudah 16 desa dihuni kembali oleh pengungsi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung dari level "Siaga" menjadi "Awas" terhitung mulai Minggu 24 November 2013, sekitar pukul 10.00 WIB.

*Sumber : liputan6.com

Polisi Gagalkan Penyelundupan 60 Ton Kayu Ilegal ke Malaysia

Post By Indo Artha on 1 Maret 2014 | 4:55 AM

Gombek.com, Pekanbaru - Kepolisian Resor Kepulauan Meranti, Riau, berhasil mengamankan 60 ton kayu ilegal. Ribuan batang kayu jenis bakau itu diduga tidak memiliki surat lengkap dan akan diselundupkan ke Malaysia.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK mengatakan, kayu tersebut diangkut menggunakan satu unit kapal motor di Sungai Perumbi Desa Mantiasa, Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti.

"Kapal yang ditangkap memuat 4.000 batang kayu bakau. Barang bukti sudah diamankan dan anak buah kapal masih dijekar," kata Guntur di Pekanbaru, Riau, Jumat (28/2/2014).

Dijelaskan Guntur, penangkapan dilakukan gabungan Sat Reskrim dan Sat Narkoba Polres Meranti serta tim dari Kepolisian Hutan (Polhut). "Tim turun menggunakan kapal cepat Dinas Kehutanan Meranti," katanya.

Saat tim menelusuri sungai, ditemukan kapal motor dalam keadaan berhenti. Kapal itu dalam kondisi lego jangkar dan kamar mesin terkunci. "Saat dilakukan pencarian, pemilik dan anak buah kapal tidak ada. Dugaan sementara, mereka sudah lari ke hutan," jelas Guntur.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, pemilik kapal diketahui warga Desa Alai, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. "Diduga kayu tersebut akan diseludupkan ke Malaysia," kata Guntur.

Atas temuan ini, petugas sudah mengamankan kapal dan kayu untuk proses lebih lanjut. "Saat ini kapal tengah dibawa ke ke Selat Panjang. Karena air pasang, petugas masih menunggu juru mudi dari Desa Bantar," pungkas Guntur.
Pekanbaru - Kepolisian Resor Kepulauan Meranti, Riau, berhasil mengamankan 60 ton kayu ilegal. Ribuan batang kayu jenis bakau itu diduga tidak memiliki surat lengkap dan akan diselundupkan ke Malaysia.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK mengatakan, kayu tersebut diangkut menggunakan satu unit kapal motor di Sungai Perumbi Desa Mantiasa, Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti.

"Kapal yang ditangkap memuat 4.000 batang kayu bakau. Barang bukti sudah diamankan dan anak buah kapal masih dijekar," kata Guntur di Pekanbaru, Riau, Jumat (28/2/2014).

Dijelaskan Guntur, penangkapan dilakukan gabungan Sat Reskrim dan Sat Narkoba Polres Meranti serta tim dari Kepolisian Hutan (Polhut). "Tim turun menggunakan kapal cepat Dinas Kehutanan Meranti," katanya.

Saat tim menelusuri sungai, ditemukan kapal motor dalam keadaan berhenti. Kapal itu dalam kondisi lego jangkar dan kamar mesin terkunci. "Saat dilakukan pencarian, pemilik dan anak buah kapal tidak ada. Dugaan sementara, mereka sudah lari ke hutan," jelas Guntur.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, pemilik kapal diketahui warga Desa Alai, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. "Diduga kayu tersebut akan diseludupkan ke Malaysia," kata Guntur.

Atas temuan ini, petugas sudah mengamankan kapal dan kayu untuk proses lebih lanjut. "Saat ini kapal tengah dibawa ke ke Selat Panjang. Karena air pasang, petugas masih menunggu juru mudi dari Desa Bantar," pungkas Guntur. - See more at: http://news.liputan6.com/read/2016882/polisi-gagalkan-penyelundupan-60-ton-kayu-ilegal-ke-malaysia#sthash.vgyLK9SU.dpuf

Joko Widodo Absen di Acara Kordinasi Supervisi KPK

Gombek.com, Jakarta - Acara Koordinasi Supervisi Pencegahan Korupsi 2014 kerja sama KPK dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang digelar di Gedung KPK mengundang Gubernur DKI Jakarta, Plt Gubernur Banten dan Gubernur Jawa Barat serta Ketua DPRD ketiga provinsi. Namun, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak terlihat

"Ini Pak Jokowi nggak hadir, saya nggak tahu kenapa, ada yang mewakili atau tidak, mungkin beliau sibuk," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/2/2014) malam.

Dalam kegiatan sosialiasi untuk mencegah terjadinya korupsi di daerah itu tampak hadir Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Gubernur Banten yang diwakili Wagub Rano Karno.

Selain itu tampak pula Ketua DPRD Banten Aeng Haerudin yang beberapa waktu lalu mobilnya disita oleh KPK atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Kepala BPKP, Mardiasmo mengatakan acara ini lebih kepada supervisi dan pencegahan (early warning) agar lebih hati-hati dalam upaya pencegahan korupsi yang lebih efektif.

"Kalau diperlukan akan masuk pada pembahasan APBD, sehingga ketika ada lobi bisa direkam dan kalau tidak dibahas di SKPD tetapi kemudian muncul kan bisa diketahui," ungkap dia dalam sambutannya.

Republik Indonesia atau Viranegari Nusantara?

Post By Indo Artha on 28 Februari 2014 | 5:02 AM

Gombek.com, Ahli metafisika Arkand Bodhana Zeshaprajna memperjuangkan nama Indonesia segera diganti. Doktor lulusan University of Metaphysics International Los Angeles, California, Amerika Serikat ini menjelaskan kalau tak segera ganti nama, Indonesia akan hancur tahun 2020.

"Di sana ada satu garis waktu, justru kita bisa lihat polaritas-polaritas negatif. Nah kita sudah melewati 2 fase negatif polarity, nanti kita lewati lagi satu, di 2014 sampai 2023 dengan puncak tahun 2020," kata Arkand kepada merdeka.com di Jakarta, Rabu (26/2)

Pria bernama asli Emmanuel Alexander ini menjelaskan, tidak ada satu negara maupun perusahaan yang mampu melewati tahapan negatif yang memuncak seperti itu. Maka dari itu, dirinya tetap optimis nama Indonesia diubah menjadi Nusantara.

"Dalam fase negatif seperti itu, jarang sekali hampir tidak pernah bahkan, bila satu perusahaan atau negara dengan polaristas fase memuncak tak bisa melampauinya. Tak pernah ada. Jadi kita sangat berbahaya bila kita tak menggunakan nama nusantara," jelasnya.

Menurut Arkand, gejala kehancuran Indonesia bisa dirasakan di tahun ini dan tahun depan. Dirinya pun menyebut bahwa mempertahankan nama Indonesia sebagai hal yang nekat.

Arkand mengusulkan nama Indonesia diganti menjadi nusantara. Lengkapnya, Republik Indonesia diganti Viranegari.

"Nanti satu kata menambahkan, kata Viranegari untuk mengoptimalkan. Jadi di depan Nusantara ditambah Viranegari. Jadi 'Viranegari Nusantara' untuk mengoptimalkan, jadi namanya lebih baik," kata Arkand.

Namun Arkand tak mau segera mengganti republik menjadi Viranegari. Dia lebih fokus menggolkan nama nusantara.

"Jangan langsung ke sana, kita fokus ke Nusantara dulu. Nanti kalau semua sudah punya kesepakatan untuk memajukan negeri ini dengan nama Nusantara, baru di situ kita menambahkan. Kita ganti nama Republik menjadi Viranegari," ungkapnya.

Nama Indonesia dinilai tak membawa keberuntungan. Asal usulnya pun dari Hindia Island, atau kepulauan Hindia. Padahal Indonesia tentu bukan India. Sementara Nusantara sudah digunakan untuk menyebut rangkaian kepulauan di Indonesia.

Ganti nama bagi suatu negara bukan hal tabu. Siam berganti jadi Thailand, Burma jadi Myanmar dan Ceylon jadi Sri Lanka. Kazakhstan pun ingin ganti nama jadi Kazakh Elli karena tak mau disamakan dengan negara miskin beraliran stan di Asia Tengah.

Seniman Ray Sahetapy juga mendukung Indonesia ganti nama saja dengan Nusantara yang populer lebih dulu.

"Berdasarkan kondisi fisik dan karakter bangsa ini, saya lebih nyaman menyebut bangsa Indonesia dengan istilah Nusantara," ujar Ray dalam diskusi 'membedah ke-Indonesia-an' bersama budayawan, beberapa waktu lalu.

"Nama Indonesia itu kan asing. Nggak ada maknanya lagi. Kalau Nusantara kan berarti semua orang-orang di kepulauan ingin bersatu," tambah Ray.

Sementara itu sejumlah politikus menyatakan penolakan mereka. Wakil Ketua Komisi II DPR Arif Wibowo menyatakan Indonesia akan kehilangan akar sejarah kalau sampai ganti nama.

Selidiki Panti Asuhan Samuel, Komnas PA datangi Dinsos Banten

Post By Indo Artha on 27 Februari 2014 | 4:09 AM

Gombek.com, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendatangi Dinsos Provinsi Banten di Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (26/2). Kedatangan Komnas PA bertujuan untuk menanyakan izin dan berkoordinasi dengan Dinsos Banten terkait Panti Asuhan Samuel di Gading Serpong, Kelapa Dua.

"Kami datang ke sini untuk mengklarifikasi dan koordinasi dengan Dinsos Banten, apakah memang izin panti itu ada di kabupaten, kota atau provinsi," kata Arist Merdeka Sirait, Rabu (26/2).

Arist mengaku pihaknya sudah menanyakan kepada Dinsos Kabupaten Tangerang, terkait Panti Asuhan Samuel di Gading Serpong, Kelapa Dua, itu sudah tidak berizin karena sejak 2012 sudah ditutup.

Oleh karena itu, Komnas PA kemudian menanyakan kepada Dinsos Provinsi Banten. "Jelas kalau memang tidak ada izin, harus ditutup," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Provinsi Banten Nandy Mulya, mengatakan setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinsos Kabupaten Tangerang, diketahui bahwa panti tersebut tidak memiliki izin.

"Dengan demikian, karena tidak memiliki izin baik di kabupaten kota maupun provinsi, sehingga panti tersebut harus ditutup," ujarnya.

BNPB Siapkan Bom Air Untuk Padamkan Api di Riau

Gombek.com, Pekanbaru - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau dengan cara bom air yang dijatuhkan dari pesawat. Cara ini hampir sama dengan tahun sebelumnya dan dinilai efektif mengendalikan api.

"Akan ada pesawat yang melakukan pemadaman dengan cara bom air," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo di Pekanbaru, Riau, Rabu (26/2/2014).

Dijelaskan Sutopo, pemadaman api akan dilakukan di darat dan udara. Untuk Darat, BNPB akan bekerjasama dengan TNI, pemerintahan kabupaten/kota dan Pemprov Riau. "Pemadaman udara akan melibatkan TNI AU," ujarnya.

Menurutnya, kabut adap karena kebakaran hutan dan lahan di Riau akan berlangsung selama musim kemarau. "Di sembilan provinsi lainnya di juga akan terjadi hal serupa. Yaitu, Sumut, Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim dan Kalimatan Utara," ungkap Sutopo.

Kabut asap diprediksi Sutopo akan kembali muncul pada April dan November nanti. Puncaknya terjadi pada September dan Oktober. "Sama seperti tahun sebelumnya," terang Sutopo.

Saat ini, lanjut Sutopo, berdasarkan pantauan satelit pada 25 Februari 2014 masih banyak titik disejumlah daerah di Riau. "Sampai saat ini kita masih berusaha menyewa pesawat untuk melakukan operasi udara ini," katanya.

Namun ia belum bisa memastikan kapan operasi pengeboman air dari udara itu dilakukan. Karena, pihaknya harus berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti TNI, dan Pemerintah Provinsi Riau.

"Waktunya belum bisa kita pastikan kapan, karena harus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Tapi secepatnya akan kita lakukan," pungkasnya.

*Sumber : liputan6.com

Bupati Rembang Merasa Jadi Korban Konspirasi

Post By Indo Artha on 26 Februari 2014 | 2:04 AM

Gombek.com, Semarang - Bupati Rembang M Salim merasa menjadi korban kriminalisasi dan permainan politik yang memanas di wilayahnya. Menurut dia, tuduhan korupsi yang ditimpakan kepadanya merupakan konspirasi politik di Kabupaten Rembang.

Menurut Salim, konspirasi itu diawali dari upaya DPRD Rembang mengajukan hak angket ke terkait eksistensi dan operasional PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) sebagai BUMD. Dalam perkembangannya, terjadi mobilisasi opini publik dengan mengangkat isu dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Dengan fakta tersebut harapan kita semua tidak terjebak oleh adanya konstelasi politik yang berkembang di Kabupaten Rembang," kata Salim saat membaca eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Selasa (25/2/2014) .

Salim menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sangat tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap. Menurut Salim, JPU tidak paham mekanisme keuangan yang berlaku di PT. RBSJ, CV. KMP, maupun PT. AHK, sehingga menyimpulkan adanya kerugian negara sebesar Rp 4,1 miliar.

"Pada tataran operasionalnya itu tidak ada hubungannya dengan keuangan Pemda maupun an sich Bupati Rembang. Sehingga uraian itu sangat berpengaruh pada kesimpulan yang diambil hakim untuk fakta persidangan nanti," katanya.

Eksepsi kemudian dilanjutkan oleh kuasa hukum Salim secara bergantian. Mendengar eksepsi yang dibacakan Salim, JPU akan memberikan tanggapan atas eksepsi terdakwa, pada hari Selasa, 4 Maret 2014.

Salim didakwa terlibat penyimpangan penyertaan modal PT. Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) dan ditetapkan menjadi tersangka sejak tahun 2010 lalu. Terkait kerugian, BPK menemukan kerugian negara sebesar Rp 4,1 miliar berasal dari pengelolaan SPBU milik PT RBSJ.

Ia didakwa melanggar pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Latihan Militer AS-Korsel Dimulai, Korut Belum Bereaksi

Post By Indo Artha on 24 Februari 2014 | 7:42 PM

Latihan Militer AS-Korsel
Gombek.com, Seoul - Latihan militer bersama antara Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) telah dimulai. Agenda tahunan ini diselenggarakan di tengah reuni keluarga yang sangat langka terjadi antara kerabat dua Korea yang tercerai berai akibat perang dan perbedaan pandangan politik.

Latihan militer tahunan yang melibatkan lebih dari 12.500 tentara AS ini akan berlangsung mulai hari ini hingga 18 April mendatang. Mereka akan mengikuti pelatihan Key Resolve--simulasi berbasis komputer--dan Foal Eagle, latihan militer yang melibatkan angkatan darat, udara, dan laut.

Sebelumnya, Korut menentang latihan militer ini karena dianggap sebagai "latihan perang" sesama anggota sekutu tersebut. Namun AS dan Korsel menggambarkan latihan tahunan ini sebagai latihan bertahan di alam dan tidak ada maksud untuk berlatih menyerang Korut.

Akibatnya, latihan ini menyebabkan lonjakan ketegangan berkepanjangan sejak tahun lalu. Dan Korut pun menebar ancaman kepada kedua negara itu. Pyongyang mengancam akan melancarkan serangan nuklir pre-emptive terhadap AS dan Korsel, serta mengancam akan membatalkan reuni keluarga negara serumpun jika latihan tetap dilaksanakan.

Ketegangan Mencair

Meski begitu, retorika yang dilancarkan Korut tahun ini sejauh ini relatif ringan. Apakah ini berarti hubungan antara kedua Korea mulai menghangat?

"Sampai sekarang, tidak ada pergerakan yang ganjil dari Korut. Kami hanya akan mengambil tindakan terhadap Korut jika mereka membuat provokasi atau pembatalan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan Kim Min-seok, seperti yang dikutip dari BBC, Senin (24/2/2014).

Sekitar 360 orang warga Korsel bertemu kerabatnya yang ada di Korut untuk pertama kalinya sejak Perang Korea 1950-1953. Mereka bertemu dalam sebuah acara reuni keluarga yang telah disepakati kedua negara serumpun itu untuk diadakan di Gunung Kumgang, Korut.

Mereka adalah rombongan kedua yang terpilih untuk menghadiri reuni yang diadakan di tengah 'es yang mencair' dalam hubungan antar-Korea. Namun Pyongyang kerap dituduh menggunakan acara reuni keluarga, yang merupakan peristiwa yang sangat emosional bagi warga dua Korea, sebagai alat tawar-menawar.

Di sisi lain, Korsel juga menawarkan untuk membantu Korut dengan menanggulangi wabah penyakit kaki dan mulut yang menyerang ternak babi. Korea Selatan, yang juga telah terkena wabah itu sebelumnya, telah menawarkan untuk mengirimkan bantuan seperti barang-barang medis dan vaksin.

Penyiksaan di Panti Asuhan

Gombek.com, Tangerang - Serpong digegerkan adanya panti asuhan yang diduga melakukan penyiksaan terhadap anak-anak panti. Lokasi panti asuhan berada di kawasan elite Summarecon Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Pengelola Panti Asuhan 'Samuel' yang juga pemuka agama setempat terseret dalam dugaan penyiksaan ini.

Kasus dugaan penyiksaan ini diungkapkan Kepala Divisi Non Litigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron, Jecky Tengens. LBH Mawar Saron mengaku mendapat laporan dugaan penyiksaan dari anak yang berhasil melarikan diri berinisial H, yang sudah berusia 20 tahun.

Menurut Jecky, H menceritakan pengalamannya itu kepada pihak donatur yang kerap menyumbangkan uang dan materi kepada panti asuhan. Dari pengakuannya, kata Jecky, H mengaku dirinya dan puluhan anak-anak asuh lain sering disiksa pemilik panti.

"Sebab diduga ada bekas gigitan di pipi anak-anak itu. Bahkan kalau makan, masih dikatakan si H ini, dikasih makan mie kering, dan hampir basi. Mereka diduga disiksa pemilik panti berisinial C dan Y," tutur Jecky, Minggu (23/2/2014).

Tuduhan LBH Mawar Saron tidak main-main. Selama di panti, lanjut Jecky, H mengaku selalu mendapatkan perlakuan kasar. Seperti diseret, diikat, dipukul dengan sepatu, dan juga digigit. "Bukan baru kali ini panti asuhan ini dilaporkan atas tindakan kekerasan dan penyiksaan yang terjadi."

Sampai dengan saat ini, LBH Mawar Saron mengklaim ada 7 anak yang berhasil diselamatkan. Namun, masih ada sekitar 30 anak lagi yang terdapat di dalam panti asuhan dan belum bisa dikeluarkan. "Laporan polisi yang dibuat pada tanggal 11 Februari 2014 di Mabes Polri pun terkesan belum menemukan perkembangan berarti," kata dia.

Sementara, polisi belum mengetahui adanya dugaan penyiksaan atau penganiayaan puluhan anak panti asuhan 'Samuel' di kawasan Summarecon Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Polisi masih akan mengumpulkan informasi dugaan tindak pidana yang menyeret seorang pemuka agama setempat.

"Saya belum dengar. Nanti dicek dulu ke Kanitnya," kata Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Sulistyo, Minggu (23/2/2014).

Selamatkan!

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menyatakan, bila penyiksaan terhadap puluhan anak panti asuhan itu terbukti benar, maka anak-anak itu harus diselamatkan. Namun demikian, pihaknya hingga saat ini belum mengetahui pasti soal kabar penyiksaan yang diungkap LBH Mawar Sharon. Karenanya, Arist akan mencari tahu dan memastikan kabar itu.

"Jika memang benar, mereka harus diselamatkan. Kami bakal selamatkan mereka. Karena mereka tentu sangat membutuhkan pertolongan," kata Arist, Minggu (23/2/2014).

Ketua Divisi pengawasan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) M Ihsan membenarkan adanya dugaan penelantaran dan kekerasan di panti asuhan itu. Bahkan, kata dia, kasus penelantaran anak-anak yang tinggal di panti asuhan itu diduga sudah terjadi sejak setahun lalu.

"Itu panti asuhan itu tidak ada izinnya, dan temuan kedua bahwa ada kekerasan terhadap anak-anak panti itu," ungkap Ihsan, saat dihubungi Sabtu, 22 Februari 2014.

Karena itu, KPAI langsung menginvestigasi dan memproses kasus itu ke ranah hukum. Tetapi belum ada perkembangan. "Akhirnya kita melakukan pertemuan dengan Kemensos, dan kata pak menteri itu sudah masuk pada otonomi daerah, lalu kita mediasi ke gubernur dan walikota, tapi malah dipimpong. Masyarakat juga capek ngelaporinnya," sesal Ihsan.

Pendeta Chemuel Watulingas, pemilik dan pengelola Panti Asuhan 'Samuel' membantah tuduhan adanya kekerasan dan penganiayaan terhadap anak panti. Chemuel mengancam balik akan melaporkan LBH Mawar Saron. Di internet, panti asuhan ini memiliki alamat yang jelas di Sektor 6 GC 10 nomor 1 Cluster Miccelia Summarecon Gading, Serpong, Tangerang 15810 Banten Indonesia. Begitu tulisnya.

Pendeta Chemuel atau Chemy Watulingas dan istrinya, Pendeta Yuni Winata mendirikan panti ini sejak 1999. Sudah 15 tahun panti ini berdiri dan dirintis. Tidak pernah ada masalah pelik, apalagi kasus pidana. Dari data-data panti, terdapat 41 anak asuh yang terdiri dari 12 perempuan, 29 laki-laki, dan 7 pengasuh.

Chemuel berang dengan tuduhan dugaan penyiksaan, apalagi disebutkan sampai ada anak panti meninggal karena kekerasan itu. Chemuel mengaku sudah 15 tahun membangun panti kemanusiaan ini. Dan baru kali ini mendapat tudingan seperti ini.

Adanya anak yang meninggal, kata dia, karena saat diterima kondisinya tidak 100% sehat. Chemuel mendesak LBH Mawar Sharon membeber fakta-fakta tuduhan adanya kekerasaan dan penyiksaan terhadap anak-anak panti. Termasuk tuduhan adanya anak yang meninggal akibat disiksa.

"Saya siap dipenjara. Silakan gali kuburan anak yang sudah meninggal. Bila tidak ditemukan bukti, akan saya laporkan balik LBH Mawar Sharon," kata Chemuel saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (23/2/2014). "Mereka yang meninggal itu di luar kemampuan kami. Silakan gali kuburnya, lihat mayatnya. Kalau tidak ada bukti, saya akan tuntut balik." 

Ratusan Kotak Suara di Malang Rusak Akibat Abu Gunung Kelud

Post By Indo Artha on 22 Februari 2014 | 8:17 PM

Gombek.com, Malang - Bencana letusan Gunung Kelud tak hanya merusak rumah, sarana umum, dan lahan pertanian milik warga di Malang, Jawa Timur, saja. Dampak debu vulkaniknya juga mengancam persiapan Pemilu 2014 lantaran kotak suara rusak terkena abu Gunung Kelud.

Data yang didapat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, dari total 500 kotak suara sebanyak 230 kotak suara di antaranya rusak. Kotak suara yang rusak itu seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Ngantang.

"Ada sekitar 230 kotak suara yang rusak terdampak bencana erupsi Gunung Kelud," kata Komisioner KPU Kabupaten Malang Divisi Perencanaan, Anggaran dan Logistik, Ummar Khayyan di Malang, Sabtu (22/2/2014).

Kerusakannya itu disebabkan kotak suara yang sudah tertata di kantor panitia pemilihan kecamatan (PPK) tertutup debu vulkanik dengan ketebalan 10 cm hingga 25 cm. Dampaknya, kotak suara rusak tak kuat menahan beban abu vulkanik.

Sebagai solusi, KPU Malang sudah melaporkan kerusakan tersebut ke KPU Pusat. Bisa juga dengan meminjam kotak suara dari daerah terdekat seperti KPU Kota Batu. Sementara kotak suara cadangan milik Kabupaten Malang, kondisinya belum siap sepenuhnya.

"KPU Kota Batu punya 50 kotak suara cadangan yang bisa kita akan pinjam. Sisa kekurangannya mungkin bisa diganti oleh KPU Pusat atau dicarikan solusi lainnya," ungkap Ummar.

Di Kecamatan Ngantang terdapat 113 TPS yang tersebar di 13 desa dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 43.895 suara.

Sekolah Disegel, Disdik Bantah Janjikan Pemilik Lahan Jadi PNS

Post By Indo Artha on 21 Februari 2014 | 8:08 PM

Gombek.com, Parigi Moutong - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Ardi Kadir, menyayangkan aksi penyegelan SMP Negeri Satu Atap (Satap) Parigi yang dilakukan pemilik lahan karena tak lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Honorer K2 pada Jumat (21/2/2014).

"Pastinya kita sayangkan, apa lagi dampaknya menganggu murid dan guru yang tidak bisa melaksanakan belajar-mengajarnya," terang dia.

Dia menegaskan, sebelum dibangun sekolah tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parimo melalui Disdik Parimo dan pemilik lahan, tidak pernah melakukan perjanjian atau negosiasi, seperti yang dikatakan pemilik lahan. Apalagi akan memperjuangankan pemilik lahan lulus CPNS dan menjadi PNS.

Namun lanjut Ardi, pihak Disdik hanya menyetujui jika pemilik lahan bisa bekerja sebagai honorer di sekolah tersebut jika sekolah itu sudah dibangun sambil menunggu penerimaan CPNS.

"Kami tidak pernah menjanjikan bahwa pemilik lahan akan kami bantu menjadi PNS. Hanya saja saya setuju jika sekolah itu terbangun dia diberikan pekerjaan sebagai honorer sambil menunggu penerimaan CPNS," tegas dia.

Ardi berharap, aksi penyegelan itu bisa dihentikan oleh pemilik lahan. Dan dia berjanji akan membantu pemilik lahan agar bisa bertemu dengan Bupati Parimo untuk membicarakan langsung duduk persoalan tersebut.

"Kita semua berharap sama. Dan baguslah jika pemilik lahan akan bertemu dan membicarakan langsung persoalan ini dengan Bupati Parimo," ujarnya.

Ardi menambahkan, jika sekolah itu masih terus disegel dan belum juga dibuka oleh pemilik lahan sambil menunggu pertemuan dengan Bupati Parimo. Proses belajar tetap akan berjalan, namun akan dialihkan ke ruangan sekolah SD yang tidak jauh dari sekolah tersebut.

"Hari ini mungkin belum berlangsung, namun besok tetap proses belajar-mengajar akan dilakukan. Namun masuknya sore hari, karena ruangan SD yang dipinjam itu digunakan juga kalau pagi harinya," tandas dia.

Sang Ratu Keroncong Mengalami Sakit Infeksi Ginjal

Post By Indo Artha on 20 Februari 2014 | 7:26 PM

Waldjinah
Gombek.com, Jakarta - Waldjinah, sang ratu keroncong dari Solo terbaring sakit. Berdasarkan hasil diagnosa dokter, pelantun Walang Kekek itu menderita sakit infeksi ginjal.

Salah satu putra Waldjinah, Ari Mulyono menceritakan bahwa Waldjinah mengeluh rasa sakit usai menengok anak bungsunya yang dirawat di rumah sakit. Sejak saat itu Waldjinah langsung jatuh sakit.

"Setelah ibu mengeluh sakit tanggal 25 Januari lalu, langsung kontrol ke dokter. Kemudian tanggal 27 Januari, ibu harus mendapatkan perawatan intensif," kata Ari saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/02/2014)

Perawatan itu, dikatakan Ari tidak dilakukan di rumah sakit, melainkan di rumahnya sendiri. Lantaran pihak keluarga sangat kerepotan jika ibu harus dirawat di rumah sakit. Sebab, putra bungsu Waldjinah juga sedang sakit dan opname di rumah sakit.

"Karena alasan seperti itu, pihak RS Kasih Ibu Solo menawarkan perawatan secara home care. Jadi pelayanan perawatan seperti rumah sakit tetapi di rumah. Ibu pun setuju," ujar dia.

Selama menjalani perawatan home care, setiap dua kali sehari ada perawat yang datang ke rumah untuk mengecek kondisi ibu. Selain itu, dokter yang merawatnya setiap hari juga memeriksan dan mengecek kondisi Waldjinah.

"Ibu kan dipasangi infus dan yang mengganti adalah para perawat. Selain mengganti infus juga mengecek perkembangan kesehatan ibu," ucap dia.

Berdasarkan hasil diagnosa dokter, Ari menuturkan bahwa pelantun Tanjung Perak itu menderita infeksi ginjal. Diagnosa sementara itu berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. "Mungkin penyebab sakitnya ibu karena banyak yang dipikirkan," kata Ari menebak penyebab sakitnya Waldjinah.

Kondisi kesehatan Waldjinah sempat membaik setelah seminggu dirawat di rumah. Namun karena diberi obat herbal oleh seorang sahabat, kondisi Waldjinah malah kembali memburuk.

"Gara-gara minum obat herbal, ibu langsung muntah-muntah lagi. Setelah itu ibu kembali menjalani home care dan dipasangi infus lagi," papar dia,

setelah tiga hari dirawat, kondisi Waldjinah mulai membaik. Untuk makan pun sudah mulai lancar dan tidak lagi muntah. Hanya saja Waldjinah masih mengeluh jika bagian punggungnya terasa kaku karena selama menjalani perawatan lebih banyak tidur di kamar.

"Semoga ibu lekas pulih kembali. Ini makan juga sedikit-sedikit sudah mau dan tidak muntah," harapnya.

*Sumber : liputan6.com

Usai Sidang, Istri Kolonel Yakraman Yagus Bungkam


Iriyanti Mallarangeng Istri Kolonel Yakraman Yagus
Gombek.com, Jakarta - Istri Kolonel Yakraman Yagus, drg. Iriyanti Mallarangeng memilih tutup mulut usai sidang perdana pembatalan pernikahan suaminya dengan Citra KDI dihelat. Iriyanti enggan diwawancara dan langsung pergi menuju mobilnya.

"Aku minta tidak diwawancara dulu ya, tolong dihargai," ucapnya singkat di Pengadilan Agama Cibinong, Bogor, Kamis (20/2/2014).

Sidang itu sendiri tidak dihadiri oleh Yakraman selaku penggugat. Akibatnya, majelis hakim memutuskan untuk menunda. Sebenarnya hakim menjadwalkan pada 20 Maret, namun setelah Iriyanti menawar, akhirnya diputuskan pada 13 Maret 2014.

"Ya sudah, kalau begitu paling cepat sidang dimulai kembali pada 13 Maret 2014. Kepada tergugat I dan II dimohon untuk kembali hadir tanpa pemberitahuan ya," ungkap majelis hakim.

Seperti yang diketahui, istri Kolonel Yakraman Yagus, drg. Iriyanti membantah kabar yang menyebutkan suaminya telah menikah dengan Citra KDI. Bahkan, dia menuding balik Citra telah memalsukan surat-surat pernikahan di KUA Jasinga. Maka dari itu, keduanya akan menjalani sidang pembatalan pernikahan.

Harnaam, Gadis Cantik Berjenggot dan Berbulu Dada

Post By Indo Artha on 18 Februari 2014 | 2:59 AM

Gombek.com, Berkshire - Akibat mengalami perkembangan rambut yang berlebih, seorang gadis cantik berusia 23 tahun memiliki jenggot dan bulu pada dadanya. Namun anehnya, kondisi itu justru membuatnya semakin merasa lebih feminim dari biasanya.

Adalah Harnaam Kaur, gadis asal Slough, Berkshire yang menderita sindrom ovarium polikistik dan memiliki bulu seperti laki-laki. Jenggot pertama Harnaam mulai muncul di wajahnya ketika ia berusia 11 tahun.

Rambut dengan cepat menyebar ke dada dan lengannya, dan kondisi membuatnya menjadi korban ejekan di sekolah dan di jalan. Dia bahkan menerima ancaman pembunuhan dari orang asing melalui internet.

Tapi Harnaam telah memutuskan untuk berhenti memotong rambut tubuhnya setelah dibaptis sebagai Sikh -agama yang melarang untuk memotong rambut.

"Aku tak akan pernah kembali seperti dulu, memotong rambut wajahku. Karena Tuhan telah menciptakanku seperti itu, dan aku bahagia telah diciptakan seperti ini," ungkap Harnaam seperti dimuat Daily Mail, Senin (17/2/2014).

"Aku merasa lebih feminin, lebih seksi, dan aku pikir aku akan terlihat seperti itu juga. Aku telah belajar untuk mencintai diriku sendiri, karena aku tidak bisa memotongnya lagi," tambahnya.

Selama masa awal remaja, Harnaam begitu malu memiliki jenggot. Alhasil, ia melakukan waxing dua kali seminggu, dan juga mencoba pemutihan serta bercukur.

Tapi rambutnya justru menjadi lebih tebal dan semakin menyebar. Sampai akhirnya ia tak mau keluar rumah karena malu. Dia mulai melukai diri sendiri dan sempat berpikir untuk bunuh diri.

"Aku diganggu, disebut buruk -di sekolah aku disebut Si Jenggot dan waria. Aku bisa menertawakan hal itu sekarang, tapi sebelumnya hal itu begitu mempengaruhiku sehingga aku mulai menyakiti diri karena merasa lebih baik daripada merasakan ejekan orang lain," jelasnya.

"Aku akan berbicara dengan orang dengan tangan di wajahku dan aku memakai celana baggy, baju longgar untuk menutupi rambut di dada dan lenganku. Aku tidak ingin pergi ke luar rumah karena tidak tahan dengan tatapan orang-orang Jadi aku akan mengunci diri di kamar. Saking parahnya, aku tidak ingin hidup lagi," urai Harnaam.

Ditentang

Keputusan Haarnam untuk tak lagi memotong rambut tubuhnya ternyata menuai pro kontra. Bahkan orangtuanya pun nmenentang keputusannya. Namun akhirnya mereka yang menentang luluh dengan keputusan Harnaam. Kini, ia merawat rambut tebal di wajah dan dadanya.

Ketika ia dibaptis sebagai Sikh, usianya 16 tahun. Dan sejak itu segalanya berubah.

"Ibu dan ayahku tidak ingin aku melakukannya -mereka berpikir aku tidak akan bisa memiliki kehidupan yang normal, jika aku memiliki jenggot. Mereka khawatir aku tidak akan bisa menikah dan tidak pernah bisa mendapatkan pekerjaan. Tapi aku ingin membuat keputusan sendiri, dan hidup untuk diriku sendiri -bukan untuk orang lain. Aku sudah cukup bersembunyi ketika itu," kenang Harnaam.

Aku sudah cukup diejek dan merugikan diri sendiri serta sempat berpikir untuk bunuh diri. Aku ingin mengubah seluruh pandangan hidupku, dan aku pikir sudah waktunya untuk bangkit.

Atas dasar itulah, orangtua Harnaam akhirnya berdamai dengan keputusannya. Sementara kakaknya, Gurdeep Singh yang berusia 18 tahun, justru menjadi pendukung terbesarnya untuk merawat rambut-rambut tubuhnya itu.

"Sangat menakutkan pergi ke luar, karena orang akan menatap lebih jauh. Pada awalnya saya marah, tapi saya menyadari bahwa mereka tidak mengerti, dan mungkin terlalu takut untuk bertanya kepadaku. Jadi aku memutuskan untuk tersenyum kepada mereka," tutur Harnaam.

Mendapat Pekerjaan

Setelah ia memutuskan untuk bangkit, Harnaam berjuang untuk mendapatkan pekerjaan dan bahkan mencukur jenggotnya pada usia 17 akibat tekanan dari anggota keluarga besarnya.

"Aku pernah mencukur jenggotku sekali setelah dibaptis. Selama beberapa saat aku benar-benar sedih. Aku hanya bisa menangis, karena aku tidak merasa seperti diriku tanpa jenggotku," ucapnya.

"Saudaraku adalah satu-satunya orang yang benar-benar terkejut dengan apa yang telah aku lakukan. Dia memelukku dan berkata aku telah melihat hal yang begitu indah dengan jenggotku. Dia tidak mengerti mengapa aku telah melakukannya. Sejak saat itu, aku berpikir tidak akan pernah memotongnya lagi," paparnya.

Tak berapa lama kemudian, Harnaam pun mendapatkan pekerjaan sebagai asisten dosen. Kepercayaan dirinya pun semakin bertambah.

"Aku masih mendapati penjaga toko memanggilku 'Pak dan mendapati tatapan aneh dari orang-orang. Mereka melihat jenggotku, tapi menyaddari aku memiliki payudara. Mungkin itu hal yang membingungkan bagi banyak orang," kenangnya.

Reaksi paling lucu yang saya dapatkan adalah dari anak-anak di sekolahku, lanjut Harnaam. Beberapa orang bertanya padaku apa jenggotku asli, dan aku bercanda dengan mengatakan itu adalah kostum Halloween. Beberapa bahkan bertanya kepada saya di mana saya membelinya dan saya hanya mengatakan 'Asda' (sebuah toko).

"Aku bisa menertawai hal itu sekarang -kadang-kadang aku mengatakan aku adalah seorang pria dan bersuara berat untuk menakut-nakuti orang lain. Cukup lucu melihat reaksi mereka," aku Harnaam.

Meskipun sering disebut pria, Harnaam mengaku kini lebih feminim.

"Aku bisa pergi keluar dan berbelanja di bagian perempuan tanpa merasa aku seharusnya tidak ada di situ. Aku memakai rok, gaun dan perhiasan. Dan aku ingin merawat kuku seperti gadis lain," kata dia.

 Harnaam berharap kisah hidupnya bisa menginspirasi orang lain yang membutuhkan kepercayaan diri. Dia telah memutuskan untuk berbagi kisahnya di YouTube - dan terus mengupload video meskipun menerima ancaman kematian.

"Aku mendapati ancaman orang-orang yang akan membakarku dan melemparkan batu bata padaku. Tapi aku juga punya banyak pesan positif dari perempuan lain yang berada dalam situasi yang sama sepertiku. Aku juga punya banyak komentar bagus dari orang-orang di seluruh dunia. Salah satunya bahkan memintaku untuk menikah dengannya," ucap Harnaam berbinar-binar.

"Aku belum menemukan calon suami. Aku masih mendapati kesedihan dari orang-orang di komunitasku, dan itu tampaknya masih menjadi penghalang pernikahanku. Tapi aku masih muda dan masih ada banyak waktu untuk itu memikirkan pernikahan," sambungnya.

"Yang penting bagiku saat ini, aku mencintai diriku sendiri. Aku suka jenggotku dan semua yang ada pada diriku. Aku ingin perempuan lain memiliki kekuatan seperti yang aku miliki. 'Itu perjalananmu dan itu hidupmu'," kata Harnaam menyemangati orang lain.
 
Copyright © 2014. Gombek - All Rights Reserved