Terkini
Tampilkan postingan dengan label gunung sinabung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung sinabung. Tampilkan semua postingan

Status Sinabung Masih `Awas`, Hindari Radius 5 Km

Post By Indo Artha on 2 Maret 2014 | 1:51 AM

Gombek.com, Karo- Jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, hingga Sabtu ini tinggal 15.873 orang atau 5.002 keluarga. Meski demikian, status Gunung Sinabung masih "Awas".

Ketua Media Center Penanganan Bencana Gunung Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Taringan, mengatakan, jumlah pengungsi tersebut semakin berkurang karena setiap hari ada saja warga yang pulang ke desa dan rumahnya.

Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Karo dan Satgas Penanggulangan Bencana belum dapat memastikan kapan akan berakhirnya aktivitas Gunung Sinabung itu.

"Karena status Gunung Sinabung tersebut masih tetap bertahan di level "Awas" dan masyarakat yang berada di bawah radius 5 kilometer harus mengungsi ke tempat yang aman," kata Jhonson, seperti dimuat Antara.

Pemkab Karo masih terus memantau sebagian pengungsi yang telah pulang ke desa dan rumah mereka yang berada di luar radius lima km dari kawah Sinabung. "Pengungsi yang kembali ke desa tersebut berada di zona aman dari erupsi Gunung Sinabung," ujar juru bicara Pemkab Karo.

Data Posko Penanggulangan Bencana Sinabung di Kabanjahe menyebutkan sudah 16 desa dihuni kembali oleh pengungsi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung dari level "Siaga" menjadi "Awas" terhitung mulai Minggu 24 November 2013, sekitar pukul 10.00 WIB.

*Sumber : liputan6.com

Jurnalis & Relawan yang Meninggal di Sinabung Pantas Disebut Pahlawan

Post By Indo Artha on 3 Februari 2014 | 3:36 AM

Sinabung
Gombek.com, Jakarta - 15 orang tewas akibat terkena awan panas Gunung Sinabung. Mantan Kasad Pramono Edhie Wibowo turut‎ berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya belasan korban awan panas Gunung Sinabung. Bahkan, dia menyatakan dua jurnalis yaitu Thomas Lakae dan Rizal Syahputra, yang tewas akibat terkena awan panas Gunung Sinabung, pantas disebut sebagai pahlawan kemanusiaan.

"Apa yang dilakukan Thomas dan Rizal Syahputra bagi saya adalah seperti layaknya seorang pahlawan kemanusiaan. Termasuk para relawan yang meninggal dalam menunaikan tugas saya sampaikan duka cita yang sama," kata Edhie dalam keterangannya, Minggu (2/2/2014).

Thomas Lakae dan Rizal Syahputra, lanjutnya, meninggal dikala menunaikan tugas mulia sebagai wartawan demi mendapatkan dan menyebarkan informasi perkembangan situasi wilayah bencana gunung Sinabung kepada masyarakat umum.

Edhie menghimbau khususnya pemerintah daerah untuk segera merelokasi warga desa tersebut.

"Untuk menghindari korban jiwa akibat bencana gunung Sinabung sebaiknya warga desa suka meriah dan sekitarnya untuk segera mengungsi. Saya berharap pemerintah daerah dapat mengerahkan tenaganya untuk dapat mencarikan tempat, sandang dan pangan bagi warga yang direlokasi tersebut," ucapnya.

Edhie menyatakan bahwa dirinya berniat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan Thomas.

"Saya beserta para relawan Badar (Barisan Pemuda Nusantara) yang biasa membantu saya di beberapa wilayah Indonesia akan menggalang dana kemanusiaan untuk diaumbangkan kepada keluarga mendiang Thomas. Saya berharap segera terkumpul sejumlah uang yang cukup untuk disumbangkan," jelas Edhie.

Lebih lanjut Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berdoa bagi keselamatan warga sekitar gunung Sinabung dan mengajak Indonesia untuk meringankan beban warga setempat.

Logistik Pengungsi Gunung Sinabung Cukup 5 Hari

Post By Indo Artha on 19 Januari 2014 | 2:27 AM

Pengungsi Sinabung
Gombek.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebutuhan logistik untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, cukup untuk beberapa hari ke depan.

"Sementara ini logistik untuk pengungsi Gunung Sinabung dirasa cukup untuk 5 hari ke depan. Belum ada masalah," kata Kepala BNPB Syamsul Ma'arif di kantor Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Sabtu (18/1/2014).

Syamsul menuturkan, untuk urusan logistik sudah dikirimkan ke 3 lokasi pengungsian. Hal itu untuk terus memasok logistik yang masih tersedia. "Hari ini, sebanyak 57 ton bantuan telah diterbangkan dari Jakarta melalui pesawat Hercules," tutur Syamsul.

Ia berujar, pihaknya terus berkoordinasi dengan dengan pihak terkait seperti Kementerian Sosial, Kementerian PU, dan Kementerian Kesehatan untuk bersama-sama mencari solusi terhadap bencana yang terjadi. Rencananya Presiden SBY tidak lama lagi akan meninjau korban erupsi Gunung Sinabung.

"Rencananya tanggal 23 Januari Bapak Presiden akan meninjau rakyatnya di sana," tandas Syamsul.

Pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara, berjumlah 27.319 jiwa atau 8.545 KK dan tersebar di 40 titik. Status Gunung Sinabung masih Awas.

Gunung Sinabung Masih Gemetar, 25 Ribu Warga Mengungsi

Post By Indo Artha on 11 Januari 2014 | 10:56 PM

Gunung Sinabung
Gombek.com, Jakarta - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih menggeliat dan bergetar. Aktivitas gempa vulkanik gunung itu semakin meningkat. Sementara luncuran awan panas juga tak henti-hentinya terjadi.

"Intensitas vulkanik Gunung Sinabung masih tinggi. Tremor (bergetar) masih terus-menerus, sehingga diprediksikan Gunung Sinabung masih akan meletus dalam waktu dekat ini," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (11/1/2014).

Dia menuturkan, beberapa kali erupsi dengan tinggi mencapai 5 kilometer disertai dengan luncuran awan panas terjadi pada Sabtu ini. Akibatnya beberapa desa di Kecamatan Namanteran pun terisolir. Beberapa rumah di Desa Kutarakyat dan Namanteran rusak karena hujan pasir dan abu vulkanik 5-10 cm.

Sementara ribuan hektar lahan pertanian dan perkebunan di Karo rusak. "Awan panas sudah masuk ke sungai di barat Berastepu sehingga timbul letusan sekunder karena kontak material panas dan air sungai. Tidak ada korban jiwa dari dampak langsung erupsi Sinabun," tuturnya.

Hingga kini pengungsi Gunung Sinabung terus bertambah. Hingga sore tadi tercatat, ada sebanyak 25.516 jiwa pengungsi (7.898 KK) yang tersebar di 38 titik. Sementara logistik masih mencukupi untuk 7 hari ke depan.

*Sumber : liputan6.com
 
Copyright © 2014. Gombek - All Rights Reserved