Terkini
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Selidiki Panti Asuhan Samuel, Komnas PA datangi Dinsos Banten

Post By Indo Artha on 27 Februari 2014 | 4:09 AM

Gombek.com, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendatangi Dinsos Provinsi Banten di Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (26/2). Kedatangan Komnas PA bertujuan untuk menanyakan izin dan berkoordinasi dengan Dinsos Banten terkait Panti Asuhan Samuel di Gading Serpong, Kelapa Dua.

"Kami datang ke sini untuk mengklarifikasi dan koordinasi dengan Dinsos Banten, apakah memang izin panti itu ada di kabupaten, kota atau provinsi," kata Arist Merdeka Sirait, Rabu (26/2).

Arist mengaku pihaknya sudah menanyakan kepada Dinsos Kabupaten Tangerang, terkait Panti Asuhan Samuel di Gading Serpong, Kelapa Dua, itu sudah tidak berizin karena sejak 2012 sudah ditutup.

Oleh karena itu, Komnas PA kemudian menanyakan kepada Dinsos Provinsi Banten. "Jelas kalau memang tidak ada izin, harus ditutup," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Provinsi Banten Nandy Mulya, mengatakan setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinsos Kabupaten Tangerang, diketahui bahwa panti tersebut tidak memiliki izin.

"Dengan demikian, karena tidak memiliki izin baik di kabupaten kota maupun provinsi, sehingga panti tersebut harus ditutup," ujarnya.

Sekolah Disegel, Disdik Bantah Janjikan Pemilik Lahan Jadi PNS

Post By Indo Artha on 21 Februari 2014 | 8:08 PM

Gombek.com, Parigi Moutong - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Ardi Kadir, menyayangkan aksi penyegelan SMP Negeri Satu Atap (Satap) Parigi yang dilakukan pemilik lahan karena tak lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Honorer K2 pada Jumat (21/2/2014).

"Pastinya kita sayangkan, apa lagi dampaknya menganggu murid dan guru yang tidak bisa melaksanakan belajar-mengajarnya," terang dia.

Dia menegaskan, sebelum dibangun sekolah tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parimo melalui Disdik Parimo dan pemilik lahan, tidak pernah melakukan perjanjian atau negosiasi, seperti yang dikatakan pemilik lahan. Apalagi akan memperjuangankan pemilik lahan lulus CPNS dan menjadi PNS.

Namun lanjut Ardi, pihak Disdik hanya menyetujui jika pemilik lahan bisa bekerja sebagai honorer di sekolah tersebut jika sekolah itu sudah dibangun sambil menunggu penerimaan CPNS.

"Kami tidak pernah menjanjikan bahwa pemilik lahan akan kami bantu menjadi PNS. Hanya saja saya setuju jika sekolah itu terbangun dia diberikan pekerjaan sebagai honorer sambil menunggu penerimaan CPNS," tegas dia.

Ardi berharap, aksi penyegelan itu bisa dihentikan oleh pemilik lahan. Dan dia berjanji akan membantu pemilik lahan agar bisa bertemu dengan Bupati Parimo untuk membicarakan langsung duduk persoalan tersebut.

"Kita semua berharap sama. Dan baguslah jika pemilik lahan akan bertemu dan membicarakan langsung persoalan ini dengan Bupati Parimo," ujarnya.

Ardi menambahkan, jika sekolah itu masih terus disegel dan belum juga dibuka oleh pemilik lahan sambil menunggu pertemuan dengan Bupati Parimo. Proses belajar tetap akan berjalan, namun akan dialihkan ke ruangan sekolah SD yang tidak jauh dari sekolah tersebut.

"Hari ini mungkin belum berlangsung, namun besok tetap proses belajar-mengajar akan dilakukan. Namun masuknya sore hari, karena ruangan SD yang dipinjam itu digunakan juga kalau pagi harinya," tandas dia.

Sang Ratu Keroncong Mengalami Sakit Infeksi Ginjal

Post By Indo Artha on 20 Februari 2014 | 7:26 PM

Waldjinah
Gombek.com, Jakarta - Waldjinah, sang ratu keroncong dari Solo terbaring sakit. Berdasarkan hasil diagnosa dokter, pelantun Walang Kekek itu menderita sakit infeksi ginjal.

Salah satu putra Waldjinah, Ari Mulyono menceritakan bahwa Waldjinah mengeluh rasa sakit usai menengok anak bungsunya yang dirawat di rumah sakit. Sejak saat itu Waldjinah langsung jatuh sakit.

"Setelah ibu mengeluh sakit tanggal 25 Januari lalu, langsung kontrol ke dokter. Kemudian tanggal 27 Januari, ibu harus mendapatkan perawatan intensif," kata Ari saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/02/2014)

Perawatan itu, dikatakan Ari tidak dilakukan di rumah sakit, melainkan di rumahnya sendiri. Lantaran pihak keluarga sangat kerepotan jika ibu harus dirawat di rumah sakit. Sebab, putra bungsu Waldjinah juga sedang sakit dan opname di rumah sakit.

"Karena alasan seperti itu, pihak RS Kasih Ibu Solo menawarkan perawatan secara home care. Jadi pelayanan perawatan seperti rumah sakit tetapi di rumah. Ibu pun setuju," ujar dia.

Selama menjalani perawatan home care, setiap dua kali sehari ada perawat yang datang ke rumah untuk mengecek kondisi ibu. Selain itu, dokter yang merawatnya setiap hari juga memeriksan dan mengecek kondisi Waldjinah.

"Ibu kan dipasangi infus dan yang mengganti adalah para perawat. Selain mengganti infus juga mengecek perkembangan kesehatan ibu," ucap dia.

Berdasarkan hasil diagnosa dokter, Ari menuturkan bahwa pelantun Tanjung Perak itu menderita infeksi ginjal. Diagnosa sementara itu berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. "Mungkin penyebab sakitnya ibu karena banyak yang dipikirkan," kata Ari menebak penyebab sakitnya Waldjinah.

Kondisi kesehatan Waldjinah sempat membaik setelah seminggu dirawat di rumah. Namun karena diberi obat herbal oleh seorang sahabat, kondisi Waldjinah malah kembali memburuk.

"Gara-gara minum obat herbal, ibu langsung muntah-muntah lagi. Setelah itu ibu kembali menjalani home care dan dipasangi infus lagi," papar dia,

setelah tiga hari dirawat, kondisi Waldjinah mulai membaik. Untuk makan pun sudah mulai lancar dan tidak lagi muntah. Hanya saja Waldjinah masih mengeluh jika bagian punggungnya terasa kaku karena selama menjalani perawatan lebih banyak tidur di kamar.

"Semoga ibu lekas pulih kembali. Ini makan juga sedikit-sedikit sudah mau dan tidak muntah," harapnya.

*Sumber : liputan6.com

Jurnalis & Relawan yang Meninggal di Sinabung Pantas Disebut Pahlawan

Post By Indo Artha on 3 Februari 2014 | 3:36 AM

Sinabung
Gombek.com, Jakarta - 15 orang tewas akibat terkena awan panas Gunung Sinabung. Mantan Kasad Pramono Edhie Wibowo turut‎ berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya belasan korban awan panas Gunung Sinabung. Bahkan, dia menyatakan dua jurnalis yaitu Thomas Lakae dan Rizal Syahputra, yang tewas akibat terkena awan panas Gunung Sinabung, pantas disebut sebagai pahlawan kemanusiaan.

"Apa yang dilakukan Thomas dan Rizal Syahputra bagi saya adalah seperti layaknya seorang pahlawan kemanusiaan. Termasuk para relawan yang meninggal dalam menunaikan tugas saya sampaikan duka cita yang sama," kata Edhie dalam keterangannya, Minggu (2/2/2014).

Thomas Lakae dan Rizal Syahputra, lanjutnya, meninggal dikala menunaikan tugas mulia sebagai wartawan demi mendapatkan dan menyebarkan informasi perkembangan situasi wilayah bencana gunung Sinabung kepada masyarakat umum.

Edhie menghimbau khususnya pemerintah daerah untuk segera merelokasi warga desa tersebut.

"Untuk menghindari korban jiwa akibat bencana gunung Sinabung sebaiknya warga desa suka meriah dan sekitarnya untuk segera mengungsi. Saya berharap pemerintah daerah dapat mengerahkan tenaganya untuk dapat mencarikan tempat, sandang dan pangan bagi warga yang direlokasi tersebut," ucapnya.

Edhie menyatakan bahwa dirinya berniat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan Thomas.

"Saya beserta para relawan Badar (Barisan Pemuda Nusantara) yang biasa membantu saya di beberapa wilayah Indonesia akan menggalang dana kemanusiaan untuk diaumbangkan kepada keluarga mendiang Thomas. Saya berharap segera terkumpul sejumlah uang yang cukup untuk disumbangkan," jelas Edhie.

Lebih lanjut Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berdoa bagi keselamatan warga sekitar gunung Sinabung dan mengajak Indonesia untuk meringankan beban warga setempat.

Chandra Hamzah Enggan Sebut Oknum yang Jaksa Peras Kliennya

Post By Indo Artha on 29 Januari 2014 | 12:50 AM

Chandra Hamzah
Gombek.com, Jakarta - Tersangka kasus dugaan korupsi proyek Gas Turbin Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Mohammad Bahalwan, dipalak oleh seorang oknum Kejaksaan berinisal BJI sebesar Rp 10 miliar sebelum ditetapkan

"Bahwa kalau tidak menyetor bahwa akan dijadikan tersangka," kata kuasa hukum Bahalwan, Chandra M Hamzah di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Mantan Wakil Ketua KPK ini mengetahui adanya pemerasan tersebut terhadap kliennya pada Senin 27 Januari 2014 siang. Namun, dia enggan menyebut siapakah oknum jaksa yang melakukan pemerasan terhadap kliennya itu. Alasannya, belum mendapat kuasa dari kliennya terkait penyebutan nama oknum jaksa tersebut.

"Tapi saya tidak bisa menyebut sebelum diberi kuasa oleh klien saya," tambah Chandra.

Tersangka dugaan korupsi proyek Gas Turbin PLTGU Belawan, Mohammad Bahalwan mengaku 'dipalak' oleh oknum jaksa berinisial BJI. sebesar Rp 10 miliar sebelum ditahan Kejaksaan Agung Senin malam kemarin. Hal itu dikatakannya di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung pada Selasa 28 Januari 2014 siang.

Bahalwan ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Print-03/F.2/Fd.1/01/2014. Dia ditahan Senin 27 Januari malam sekitar pukul 22.30 WIB, setelah menjalani pemeriksaan atas dugaan kasus korupsi pengadaan proyek Life Time Extention (LTE) Gas Turbine (GT) 2.1 dan 2.2 Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Blok 2 Belawan Tahun 2012. Atas kasus tersebut negara rugi Rp 25 miliar atau Euro 2.095.395,08.

Saat ditahan, dia sempat menolak dan mengamuk. Bahalwan bahkan mengeluarkan senjata api.

Selain terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi, penyidik juga menemukan adanya dugaan aliran dana yang mencurigakan dalam rekening pribadinya yang diduga berasal dari proyek pengadaan pekerjaan LTE GT 2.1 dan 2.2 sebesar Rp90 miliar.

Penahanan terhadap tersangka Bahalwan menyusul penahanan 5 tersangka lainnya yakni, tersangka Chris Leo Manggala selaku Mantan General Manager KITSBU, tersangka Surya Dharma Sinaga selaku Manager Sektor Labuan Angin, tersangka Supra Dekanto selaku Direktur Produksi PT. Dirgantara Indonesia yang sebelumnya merupakan mantan Direktur Utama PT. Nusantara Turbin dan Propolasi, dan tersangka Rodi Cahyawan serta Muhammad Ali yang keduanya merupakan karyawan BUMN PT. PLN Pembangkit Sumbagut. 

*Sumber : liputan6.com

Waspadai Penipuan `Undangan Bimbingan Pelaksanaan JKN`

Post By Indo Artha on 24 Januari 2014 | 9:29 PM

Ilustrasi
Gombek.com, Kementerian Kesehatan RI menerima laporan dari para penggiat bidang klinik dan perumahsakitan swasta tentang penipuan bermotif kegiatan pertemuan atau bimbingan teknis yang ditujukan kepada para pimpinan dan tenaga medis di berbagai klinik selaku fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Surat palsu bernomor SU-157/BIMTEK/PUSPEMJAMKES/2014 tersebut berisi undangan mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional tahun 2014, yang disebutkan akan diselenggarakan pada 29-30 Januari 2014 pukul 09.00-15.00 WIB di Lemeredium Hotel, Mangga Dua Jakarta Pusat.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pembiayaan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, drg. Usman Sumantri, M.Sc., menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Untuk itu, masyarakat diminta untuk lebih teliti dan berhati-hati. Pihak Kemenkes akan segera menindaklanjuti permasalahan ini .

“Dimohon perhatian dan membantu untuk menyebarluaskan informasi adanya penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (Puspemjamkes) Kemenkes RI”, tandas drg. Usman Sumantri lewat surel ke redaksi Liputan6.com, Jumat (24/1/2014).

Secara sepintas, adanya logo dan Kop Kementerian Kesehatan pada surat tersebut, dapat mengecoh masyarakat. Namun, kontak yang dicantumkan, baik nomor telepon, faksimili, maupun alamat email, bukan milik unit terkait.

Petugas Transjakarta Lakukan Pelecehan Seksual

Post By Indo Artha on 23 Januari 2014 | 6:48 PM

trans jakarta
Gombek.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengecam tindakan 4 petugas keamanan halte Transjakarta yang diduga melakukan pencabulan kepada penumpang bus Transjakarta. Jika terbukti, Jokowi memerintahkan kepada Unit Pelayanan Transjakarta untuk segera mencopotnya.

"Jika terbukti ya dikeluarkan saja langsung, nggak bisa ditolelir lagi," ujar Jokowi di Balaikota Jakarta, Kamis, (23/1/2013).

Selain itu, Jokowi juga meminta para petugas tersebut diproses secara hukum. Jokowi juga mengecam perbuatan 4 petugas itu karena apa yang dilakukan itu jauh dari melayani, malah bisa membuat masyarakat takut naik Transjakarta.

"Harusnya itu melayani dengan baik, bukan justru seperti itu," kata Jokowi.

Sebelumnya, 4 petugas keamanan di halte bus Transjakarta diketahui melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan berinisial YF di Halte Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu 22 Januari 2014.

Kasus ini telah ditangani Polres Jakarta Pusat. Para pelaku yang berinisial EKL, MK, DLS, dan ILA dikenakan Pasal 281 KUHP tentang pelecehan seksual di depan umum dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara. 

Musim Hujan, PLN Turunkan Beban Puncak Listrik

Post By Indo Artha on 22 Januari 2014 | 6:04 PM

PLN
Gombek.com, Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji menyatakan musim hujan menurunkan beban puncak listrik sebesar 2.000 Mega Watt (Mw) untuk di wilayah Jawa Bali selama bulan Januari 2014.

Pamudji mengatakan, pada kondisi cuaca normal, beban puncak listrik wilayah Jawa Bali mencapai 23 ribu Mw. Sedangkan saat musim penghujan beban puncak tersebut turun menjadi 21 ribu Mw.

"Konsumsi turun ya turun juga, beban puncak tahun lalu (sebelum musim hujan) 23 ribu Mw sekarang 21 ribu Mw," kata Pamudji, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (22/1/2014).

Dia mengaku penurunan beban puncak tersebut tidak merugikan PLN. Pasalnya hal tersebut bersifat penjualan yang tertunda. "Itu bukannya rugi, kehilangan kesempatan saja, selama Januari, karena hujan," papar dia.

Pamudji mengungkapkan, penurunan beban puncak tersebut disebabkan suhu yang rendah membuat menurunnya penggunaan alat listrik yang menyedot listrik besar, seperti Air Conditioner (AC). "Karena temperatur udara, karena udara dingin orang tidak pakai AC," kata dia.

Sedangkan bencana banjir, menurut Pamudji tidak menyumbang besar dalam penurunan beban puncak. "Jadi jangan disimpulkan hanya karena banjir kalau hanya karena banjir efeknya ratusan mega watt," ungkapnya.

Banjir yang melanda wilayaha Jakarta dan sekitarnya tidak merusak fasilitas PLN, selain itu infrastruktur kelistrikan seperti Pembangkit dan Gardu Induk belum ada yang terendam kecuali Gardu Distribusi.

"Nggak ada kerusakan, pembangkit listrik, Transmisi, Gardu Induk tidak kena banjir, yang kena adalah Gardu Distribusi," pungkasnya.

*Sumber : liputa6.com

Kali Bekasi Meluap, 5 Rumah Warga Roboh

Post By Indo Artha on 19 Januari 2014 | 3:02 AM

Gombek.com, Bekasi - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi, Jawa Barat, sejak beberapa hari ini membuat air kali Bekasi meluap hingga 20 meter. Akibatnya rumah-rumah di pinggir kali roboh karena tergerus air.

Pada Jumat 17 Januari 2014, sebanyak 7 rumah warga di Kampung Pondok Panjang RT 02/03, Telukpucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi, roboh akibat longsor kali Bekasi.

Pada Minggu (19/1/2014) dini hari, 5 rumah warga kembali lagi roboh diterjang luapan kali Bekasi dan diperkirakan akan terus bertambah lantaran air terus meluap. Sedikitnya 30 warga kini mengungsi lantaran khawatir longsor susulan akan terjadi merobohkan rumah mereka.

"Total rumah yang roboh sekarang ini menjadi 12, dan dikhawatirkan akan bertambah karena batas kali dengan rumah warga yang awalnya 5 meter kini hanya 20 centimeter," ujar Khalid, salah satu warga setempat.

Saripah (54), salah satu warga yang rumahnya roboh menuturkan, saat longsor ia dan anaknya mengungsi di rumah tetangganya. Tiba-tiba tanah langgung bergoyang seperti gempa bumi. "Rumah langsung roboh dan hanyut ke kali ," ujar wanita yang mengaku sudah menempati rumah tersebut hampir 25 tahun.

’’Habis semua barang-barang yang ada di dalam rumah tanpa ada yang diselamatkan,’’ paparnya.

Sementara itu Mustajab, ketua RT setempat mengatakan, saat ini seluruh warga yang rumahnya roboh diungsikan ke rumah kerabatnya yang tak jauh dari lokasi.

Mustajab mengimbau kepada seluruh warganya yang tinggal di dekat pinggir kali segera mengungsi dan menjauh dari lokasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya korban.

*Sumber : liputan6.com

Pemkot Batam Daftarkan Seluruh Anak Jalanan Masuk BPJS

Post By Indo Artha on 11 Januari 2014 | 6:23 PM

Gombek.com, Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, mendaftarkan seluruh anak jalanan yang memiliki kartu tanda penduduk wilayah itu masuk dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial untuk mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah.

"Bagi anak-anak jalanan yang memiliki KTP Batam akan kami daftarkan ke dalam BPJS. Daerah sudah mengantisipasi, mereka dimasukkan ke dalam BPJS karena termasuk golongan masyarakat tidak mampu," kata Wakil Wali Kota Batam Rudi di Batam, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (11/1/2014).

Dinas Sosial, kata dia, akan mendata anak jalanan yang memiliki KTP Batam untuk didaftarkan sebagai penerima jaminan kesehatan yang nantinya dapat berobat gratis di rumah sakit yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

Sementara untuk anak jalanan yang tidak memiliki KTP Batam akan diberikan kemudahan untuk dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.

"Ini hanya bagi adik-adik anak jalanan yang memiliki KTP Batam. Tapi kalau memang tidak mau tinggal di Batam, akan dipulangkan ke kampung halaman," kata Wakil Wali Kota.

Kepada 70 orang anak jalanan yang baru saja dirazia Satuan Polisi Pamong Praja, Wakil Wali Kota meminta untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Batam.

"Batam ini milik kita bersama, kita bangun bersama, kita jaga bersama. Jangan mengganggu kenyamanan dan menciptakan 'image' yang pada akhirnya merusak keindahan Kota Batam dan menimbulkan keresahan," kata dia.

Pemerintah Kota Batam membiayai 181.071 warganya yang sebelumnya mendapatkan pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang diberlakukan mulai 1 Januari 2014.

Dalam program BPJS Kesehatan, pemerintah akan menanggung biaya pelayanan kesehatan bagi warga miskin dan kurang mampu. BPJS Kesehatan merupakan peralihan dari penyelenggara sebelumnya, PT Askes. Sementara itu untuk BPJS ketenagakerjaan, akan mulai beroperasi pada 1 Juli 2015 mendatang.

*Sumber : liputan6.com

Mendagri: KTP Lama Berlaku Sampai Akhir 2014

Post By Indo Artha on 7 Januari 2014 | 11:36 PM

KTP
Gombek.com, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri menyatakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) lama atau non-elektronik masih berlaku hingga akhir tahun 2014 ini karena masih ada sebagian penduduk yang datanya belum terekam.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, pemerintah sudah mengalokasikan dana pencetakan data penduduk dan yang masih akan melakukan rekam data pada 2014.

"Ini berangkat dari perubahan Undang-undang Adminduk (Nomor 24 Tahun 2013) yang mulai memberlakukan 1 Januari, tapi dananya baru akan masuk di APBN-Perubahan sementara orang yang ingin membuat KTP terus bertambah," kata Gamawan di Jakarta, Senin (7/1/2013).

Anggaran penyelenggaraan program dan kegiatan administrasi kependudukan di Kabupaten/Kota, terkait pencetakan KTP elektronik, masuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan Tahun 2014. Sehingga pada awal 2014, sebelum APBN-P tersedia, pencetakan KTP elektronik di daerah belum bisa dilaksanakan.

Selain itu, Kemendagri juga mempertimbangkan adanya 19 juta dari 191 juta penduduk berpotensi memiliki KTP elektronik yang belum memungkinkan memperoleh fisik kartu hingga akhir 2013.

"Oleh karena itu, (pemberlakuan) itu dimaknai demi kepentingan masyarakat tersebut," tambahnya.

Gamawan menjelaskan, setiap tahunnya terdapat sekitar 4 juta warga yang memerlukan pembuatan KTP elektronik, sehingga Kemendagri belum bisa mencetak seluruhnya terutama bagi warga yang baru merekam data kependudukan.

Selain itu, masih terdapat pula 27 juta penduduk yang datanya belum terekam dalam jaringan (daring) atau online di Pusat, sehingga Kemendagri belum mencetak data penduduk tersebut.

"Yang 27 juta itu akan dicetak di daerah. Karena UU Adminduk (yang baru) sudah mengatakan begitu, tetapi uangnya belum ada," ujarnya.

Perpanjangan masa berlaku KTP lama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2013 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional.

 *Sumber : liputan6.com

Peristiwa SBY: Kenaikan Elpiji Harusnya Tidak Boleh Terjadi

Post By Indo Artha on 5 Januari 2014 | 5:11 AM

SBY
Gombek.com, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyayangkan kenaikan harga elpiji non subsidi ukuran 12 kilogram hingga 60% oleh PT Pertamina (Persero). Ia menilai keputusan tersebut bukan solusi terbaik. Kekecewaan itu diungkapkannya melalui akun twitternya @SBYudhoyono.

"Kebijakan yang membawa dampak luas ini tidak dikoordinasikan dengan baik dan persiapannya pun juga kurang. Ini harusnya tidak boleh terjadi," tulisnya di akun @SBYudhoyono, Jakarta, Minggu (5//1/2014).

SBY memang mengakui Pertamina mengalami kerugian dari penjualan gas elpiji hingga Rp 7 triliun. Ia juga menyadari kenaikan tersebut merupakan kewenangan Pertamina dan perlu dilaporkan kepadanya.

Karena hal itu menyangkut masyarakat dan merugikan warga--khususnya yang kurang mampu--sehingga SBY merasa perlu menangani permasalahan kenaikan harga gas elpiji tersebut. Sebab, ia mengetahui sebagian masyarakat menyoroti dan memprotes tindakan yang dilakukan Pertamina itu.

"Kenaikan harga yang terlalu pesat akan meningkatkan harga barang dan jasa. Pada akhirnya rakyat kurang mampu lah yang akan terbebani. Saya anggap pemerintah perlu tangani karena menyangkut rakyat banyak," kata SBY.

PT Pertamina menetapkan kenaikan rata-rata harga gas di tingkat konsumen senilai Rp 3.959 per kilogram. Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir beralasan kenaikan ini diputuskan menyusul tingginya harga pokok elpiji di pasar.

Pertamina juga berdalih turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan kerugian keuangan yang semakin besar. 

*Sumber : liputan6.com

BPJS Kesehatan, SBYCare, atau ...

Post By Indo Artha on 3 Januari 2014 | 12:33 AM

BPJS Kesehatan
Gombek.com, Jakarta - Baru 2 hari diterapkan, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah memicu polemik. Pemicunya adalah pernyataan Menko Kesra Agung Laksono yang menyebut program yang diluncurkan pada 31 Desember 2013--bersama Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS)--itu dengan nama SBYCare.

Agung bahkan menyebut program ini lebih besar dari program kesehatan yang diterapkan di Amerika Serikat atau yang dikenal dengan nama ObamaCare. "Ini lebih besar dari ObamaCare. Ini SBYCare dan lebih besar," kata Agung di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2014).

Pada 2014, pemerintah telah menganggarkan Rp 19,9 triliun untuk menjamin biaya kesehatan bagi 86,4 juta jiwa penduduk masyarakat yang masuk dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sekitar 35 juta PNS, anggota TNI dan Polri, serta pegawai BUMN juga telah tergabung. Sehingga saat ini ada sekitar 121,6 juta anggota JKN.

Ditargetkan, dalam 5 tahun seluruh masyarakat Indonesia yang jumlahnya 270 juta jiwa akan mendapat jaminan kesehatan. Agung optimis target itu tercapai dalam 3 tahun. Jumlah itu memang jauh lebih besar dari yang dijamin oleh ObamaCare. Sebab, ObamaCare hanya mnjamin 30 juta warga AS.

Bukan soal perbandingan yang disoal oleh sejumlah politisi di Senayan. Yang dipermasalahkan adalah penyebutan SBYCare untuk program JKN. "Tidak elok ada orang klaim itu milik seseorang, bahasanya SBYCare. Ide ini inisaitif dari DPR, bukan SBY," kata anggota Komisi IX DPR Indra saat berbincang dengan Liputan6.com.

Indra menggarisbawahi tak ada rasa care atau perhatian dari pemerintah menjelang pengesahan BPJS ini. Bahkan, pemerintah sempat ingin menunda pelaksanaan BPJS sampai 2019. "Jadi menurut saya, justru ini benar-benar klaim yang tidak berdasar," tegas dia.

Politisi PKS ini juga mengritik kuota 86,4 juta warga yang dijamin pada tahun ini. Sebab, program kesehatan itu harusnya menjamin kesehatan seluruh warga negara. Padahal, data Jamkesmas sebelumnya yang dapat tanggungan itu 96,4 juta.

Kegeraman juga dilontarkan oleh Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning. "Aku sepakat saja kalau betul-betul care, tapi dia yang anulir UU itu. Dari awal, itu produk Mega ketika Bu Ketum (PDIP) mau turun dari presiden, tepatnya itu Oktober 2004," kata Ribka.

Dia menyatakan BPJS Kesehatan belum tentu berhasil tanpa dorongan dan tekanan dari rakyat. "Mana mungkin bisa sah kalau tidak ada tekanan dari rakyat, sampai-sampai mereka ditembak gas air mata," tutur Ribka.

Penerapan JKN

Terlepas dari polemik itu, JKN telah resmi berjalan per 1 Januari 2014. Warga pun menyambut baik pelaksanaan program ini. Menurut Direktur Utama BPJS Fahmi Idris, hingga hari ke dua peserta BPJS yang daftar baru 565 orang. Sementara menurut Agung Laksono, 25 juta pedagang kaki lima yang tergabung dalam Apkali telah berkomitmen ikut BPJS Kesehatan ini.

Sementara, dari 2.300 rumah sakit di Indonesia, 1.710 di antaranya sudah mengikat perjanjian kerja sama untuk menyukseskan program JKN. "Untuk Puskesmas tercatat sudah 9.217 yang menjadi operator BPJS Kesehatan," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.

Fasilitas kesehatan ini terdiri dari 533 rumah sakit pemerintah, 919 rumah sakit swasta, 109 rumah sakit khusus dan rumah sakit jiwa, 104 rumah sakit TNI, dan 45 rumah sakit Polri.

Pemerintah terus mengimbau kepada masyarakat untuk mendaftar menjadi anggota JKN. Selain ke kantor BPJS di masing-masing daerah, masyarakat bisa mendaftar di 3 bank, yaitu BNI, Bank Mandiri, dan BRI. Kemungkinan juga bisa ditambah jika masih dibutuhkan. BPJS juga menyediakan mobil keliling untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

Melalui JKN, pelayanan kesehatan yang di tanggung ialah pelayanan kesehatan dasar yang mengancam jiwa seseorang. Meliputi kecelakaan, pengobatan, hingga cuci darah. Begitu menjadi peserta dan membayar iuran maka warga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan secara lengkap sesuai indikasi medis.

Berapa iuran per bulannya? Bagi pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja, ada 3 pilihan besaran iuran per jiwa per bulan, yaitu Rp 25.500 untuk rawat inap kelas 3, Rp 42.500 untuk rawat inap kelas 2, dan Rp 59.500 untuk rawat inap kelas 1. Untuk rakyat tergolong tidak mampu dibayar oleh negara sebesar Rp 19.225 per bulan. Besar iuran akan dievaluasi tiap 2 tahun.

Kekurangan

Politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka mencatat masih ada 4 kekurangan pelaksanaan JKN ini. Pertama, pemerintah harus segera publish semua aturan, baik PP, Pepres, maupun Kepres, terkait BPJS Kesehatan agar bisa segera tersosialisasi dan jadi pengangan semua stakeholders untuk menjalankan Jaminan Kesehatan Sosial (pemerintah menyebutnya JKN).

Ke dua, sejak dijalankannya Sistem Jaminan Sosial Nasional berupa Jaminan Kesehatan oleh BPJS, anggaran kesehatan bagi rakyat miskin dan tidak mampu harus sepenuhnya ditanggung APBN. "Tidak boleh dibebankan sebagian pada APBD," ungkap Rieke.

Ke tiga, sesuai dengan perintah UU BPJS seharusnya PT Askes dan PT Jamsostek harus sudah diaudit sebelum tanggal 1 Januari 2014. Tapi sampai saat ini proses audit itu belum selesai.

Ke empat, Rieke menggarisbawahi adanya kejanggalan BPJS di mana terjadi penjualan aset PT Askes. "Tidak boleh ada penjualan aset kedua BUMN tersebut, sebelum audit selesai. Tidak boleh ada aset peserta yang dijual. Tapi telah terjadi indikasi dijual dadakan oleh pemerintah SBY aset PT ASKES, yaitu PT Inhealth yang didirikan dari dana peserta. Dijual pada akhir Desember 2013," tandas Rieke.

*Sumber : liputan6.com

Sambut Tahun Baru dengan Car Free Night

Post By Indo Artha on 31 Desember 2013 | 1:45 AM

Gombek.com, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya bekerjasama Polrestabes Surabaya menyiapkan rangkaian acara Car Free Night, Selasa (31/12/2013). Rangkaian acara menyambut malam tahun baru 2014 ini warga bisa menikmati empat tema acara menarik sepanjang Jalan Tunjungan hingga Raya Darmo.

Kegiatan dipusatkan di empat lokasi seperti di Jalan Raya Darmo, Jalan Tunjungan, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Gubernur Suryo dimulai dari sore hingga malam pergantian tahun 2013 menuju tahun 2014.

Seperti di Jalan Darmo akan dipusatkan aksi budaya, Jalan Tunjungan diperuntukkan bagi aktivitas anak muda (youth) seperti festival band dan yel-yel eco school. Sedangkan Jalan Panglima Sudirman untuk serangkaian komunitas-komunitas unik.

"Mulai dari tari-tarian tradisional khas Surabaya, festival band, lomba cheerleader, streetball performance dan parkour, juga pameran produk dari 70 Usaha Kecil Menengah (UKM) di bawah naungan Dinas Koperasi dan UKM Kota Surabaya. Termasuk juga aksi berbagai komunitas di Kota Pahlawan," terang Asisten I Sekkota Surabaya (bidang pemerintahan) Yayuk Eko Agustin, Senin (30/12/2013).

Dijelaskan Yayuk, sepanjang jalan tersebut akan ditutup mulai pukul 15.00 WIB. Namun, persiapan sudah akan dilakukan sejak pagi. “Nantinya ada beberapa panggung. Seperti di Jalan Darmo ada tiga panggung, salah satunya di Taman Bungkul. Tentunya juga kita siapkan lampu dan mobil toilet,” imbuhnya.

Demi menunjang kelancaran dan keamanan acara Car Free Night, Pemkot Surabaya menyiagakan sebanyak 1520 personel. Diantaranya dari Satpol PP sebanyak 300 personel, dari Linmas sebanyak 200 personel, Dinas Perhubungan (Dishub)  200 personel.

Begitupula Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas  Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan personel Pemadam Kebakaran (PMK), Dinas Pariwisata (Disparta), Dinkop UKM, Bapemas KB dan Badan Lingkungan Hidup (BLH). 

*Sumber : beritajatim.com

Ibu Kandung Antar Anaknya Kerja di Lokalisasi

Gombek.com, Surabaya - Sungguh tega, seorang ibu justru mengantarkan putrinya yang masih berusia 16 tahun, untuk bekerja di lokalisasi.

Meski baru tiga hari bekerja, gadis itu, ED, telah melayani tujuh pria hidung belang.

Kini ibunda ED, Yuki Andaryati (37), warga Jalan Brebek Surabaya, ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

"Ibu korban justru mengantarkan anaknya ke wisma untuk bekerja di sebuah wisma," kata Kanit Vice Control Jatanum Polrestabes Surabaya Iptu Teguh Setiawan, Senin (30/12/2013).

Yuki mengantarkan anak pertamanya itu ke Wisma Madona yang berada di Jalan Sememi Jaya.

Padahal Pemkot Surabaya telah resmi menutup lokalisasi tersebut.

Yuki mengantar anaknya itu ke wisma milik Robert (39), warga Sememi Jaya, bersama dua orang perantara Mia Sagita (42), Jalan Wonorejo dan Rosidi.

Robert dan Mia kini juga ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Rosidi ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), karena melarikan diri.

Selain tiga orang tersebut, polisi juga menetapkan Ririn, istri Robert sebagai tersangka.

Teguh menjelaskan, Yuki rela anaknya bekerja sebagai PSK di wisma dengan iming-iming akan diberi hutang oleh Robert senilai Rp 1 juta.

Perjanjiannya, Robert akan memberikan utang pada Yuki, asalkan ED betah bekerja di wisma tersebut.

Teguh menjelaskan, awalnya ED dan seorang temannya, PM (14), ditawarkan bekerja oleh Mia untuk bekerja di kafe dengan gaji Rp 12 juta.

Selama ini, PM tinggal bersama ED di rumah Yuki. Namun karena tidak ada kabar, Yuki kembali menanyakan pada Mia.

"Tersangka Yuki sedang butuh uang, dan minta pada Mia untuk dicarikan uang," kata Teguh.

Mia lalu menawarkan pada Yuki, agar ED dan PM bekerja di wisma tersebut, dan akan diberikan utang uang Rp 1 juta.

Namun utang yang dijanjikan belum keluar, aksi mereka diketahui oleh polisi. Padahal, kedua gadis belia itu sudah bekerja melayani hidung belang.

"Rencananya utang itu akan dibagi tiga, Yuki,  Mia dan Rosidi," tambah Teguh.

Sementara Yuki mengelak jika dirinya menjual anaknya ke wisma. "Saya tidak tahu, saya kira mereka bekerja di kafe," kilah Yuki.

Padahal Yuki sendiri yang membuat surat pernyataan orangtua untuk diberikan pada wisma. Bahkan Yuki sendiri yang mengantarkan anaknya ke wisma.

*Sumber : surya online

Ada Dokter yang Lebih Membela Industri Farmasi daripada Pasien

Post By Indo Artha on 30 Desember 2013 | 7:46 PM

Gombek.com, Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning mengkritik perilaku para dokter di rumah sakit Indonesia yang dinilainya lebih membela kepentingan industri farmasi daripada pasien.

"Terhadap pasien dari keluarga kurang mampu, perilaku dokter terlihat lebih memihak ke industri farmasi," kata Ribka Tjiptaning ketika membuka Rapat Kerja Bidang Kesehatan "Apakah BPJS Sesuai dengan Konstitusi dan Harapan Rakyat" di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, seperti dikutip dari Antara Senin (30/12/2013).

Ribka menyatakan sering menerima pengaduan dari masyarakat yang mengeluhkan perilaku dokter yang mengutamakan biaya daripada menolong pasien.

Padahal, pasal 32 UU tentang Rumah Sakit menyebutkan rumah sakit tiak boleh menolak pasien, tidak boleh menerima uang di muka, serta tidak boleh menjual obat.

Demikian juga pasal 28 UUD 1945 menyebutkan, setiap warga negara Indonesia memiliki hal yang sama di muka hukum, termasuk untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Namun realitasnya, kata dia, rumah sakit menolak pasien dari keluarga tidak mampu dengan alasan rumah ruangan sudah penuh.

"Ada juga rumah sakit yang beralasan obatnya habis dan menjual obat melalui apotik di rumah sakit tersebut yang menjadi tambahan pemasukan," katanya.

Politikus PDI Perjuangan ini menambahkan soal obat-obatan yang dijual di apotek, karena ada perusahaan farmasi yang menjanjikan bonus jika menjual produk obatnya dalam jumlah tertentu.

Dokter alumni sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta ini menyatakan sedih dengan kondisi pelayanan kesehatan dan perilaku sejumlah dokter saat ini.

Ia mengingatkan dokter untuk lebih mengutamakan pelayanan kesehatan dan menolong pasien dari pada mengejar bonus.

"Apalagi sumpah dokter, adalah mengutamakan menolong pasien dan tidak membedakan status sosial ekonomi pasien," katanya.

Seribu Banser Jember Jaga 78 Gereja

Post By Indo Artha on 24 Desember 2013 | 10:02 PM

Jember - Seribu orang personil Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikerahkan mengamankan perayaan malam Natal di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (24/12/2013). Ini kegiatan rutin tahunan sejak 1999.

"Saya sudah menginstruksikan pengurus anak cabang untuk berkoordinasi dengan kepolisian sektor masing-masing dan ikut mengamankan 78 gereja di Jember," kata Ketua Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Cabang Jember, Ayub Junaidi.

Satu gereja bisa dijaga 10 orang anggota Banser. "Namun untuk gereja yang besar di pusat kota bisa dijaga 50 orang anggota," kata Ayub.

Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Jember Komisaris Imam Pauji menyatakan, sterilisasi sudah dilakukan di semua gereja. "Masing-masing gereja, pengamanannya disesuaikan dengan potensi kerawanan dan jumlah jamaah. Khusus 24 dan 25 Desember, gereja dijaga terus-menerus di samping saat jam-jam tertentu peribadatan," katanya.

Gereja Katolik Santo Yusuf malam ini menyelenggarakan dua kali misa, yakni pukul 17.00 dan 20.30. "Dibagi dua kali karena tempatnya terbatas, tak bisa menampung jamaah," kata Ketua Dewan Pastoral Paroki Bidang Paguyuban Gereja Katolik Santo Yusuf, Ignatius Sumarwiadi.

Sementara itu, saat 25 Desember besok, ada empat kali misa. Pukul 5.30 diperuntukkan masyarakat umum, pukul 8 untuk anak-anak, pukul 10 untuk jamaah lanjut usia, dan pukul 5.30 untuk kaum muda. Ignatius sudah meminta kepada para jamaah untuk tidak membawa tas atau jaket yang bisa mengundang kecurigaan.

Pengurus gereja juga menempatkan pimpinan jamaah di depan pintu masuk. "Ketika ada yang mencurigakan, kami koordinasi dengan pihak keamanan," kata Ignatius.

*Sumber : beritajatim.com

Risma Deklarasi Penutupan Lokalisasi Sememi Benowo

Surabaya - Rencana Pemkot Surabaya menutup empat lokalisasi terwujud. Setelah menutup lokalisasi Dupak Bangunsari, Moroseneng, dan Klakah Rejo, kali ini bersama warga dan tokoh masyarakat Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo resmi mendeklarasikan wilayahnya bebas prostitusi.

"Warga resmi mendeklarasikan Sememi menjadi wilayah yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan bebas prostitusi, tepatnya Minggu (22/12/2013) malam," ucap Risma, Senin (23/12/2013).

Keseriusan ini, lanjutnya, juga dibarengi upaya warga membangun wilayahnya menjadi lebih baik. Seperti pembangunan gedung sekolah, pasar tradisional, serta taman bermain anak-anak. "Pembinaan dan pelatihan ketrampilan kepada para wanita tuna susila (WTS) juga sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu. Ada sekitar 400 WTS sekarang sudah terampil membuat handycraft, menjahit, tata boga dan lain-lain," imbuhnya.

Risma menambahkan, masa depan anak-anak di Surabaya lebih penting dari sekadar bisnis menggiurkan yang tidak sesuai dengan peraturan agama. “Anak-anak dimana pun dia berada berhak merasakan kemerdekaan memperoleh pendidikan, keberhasilan, dan keseuksesan. Makanya, saya berniat untuk menutup lokalisasi apapun resikonya akan saya jalani,” ucap Risma dihadapan warga dan tokoh masyarakat Sememi.

Walikota yang disebut dalam artikel berjudul 'Surabaya's Mrs. Mayor: Indonesia's Best Kept Secret' yang ditulis Stanley Weiss ini mengaku, memang tidak mudah menutup lokalisasi di Surabaya, prostitusi merupakan salah satu bisnis yang menggiurkan untuk mendapatkan keuntungan besar. Untuk itu, pihaknya melakukan pendampingan kepada anak-anak usia sekolah yang terjerumus dengan persoalan traficking.

“Saya melakukan pendampingan kepada anak-anak ini ke sekolah-sekolah yang terdampak kawasan lokalisasi. Setiap berkunjung saya selalu membawa psikiater untuk mengetahui permasalahan apa yang menimpa mereka, sampai mereka terjerumus persoalan prostitusi. Darisanalah saya semakin kuat untuk menutup lokalisasi di Surabaya, karena memang dampaknya sangat buruk bagi masa depan anak-anak kita,” tuturnya.

*Sumber : beritajatim.com

Warga Tanda Tangan Massal Tolak Penutupan Lokalisasi Sememi

Post By Indo Artha on 23 Desember 2013 | 4:08 AM

Surabaya - Atas ada isu penutupan lokalisasi Sememi yang akan dilakukan Pemkot Surabaya dalam waktu dekat ini, ternyata semakin terlihat. Minggu (22/12/2013) sore, sudah ada ratusan warga lokalisasi menggelar aksi deklarasi di Kantor Paguyuban RW 01, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo.

Sembari orasi, warga juga membubuhkan tanda tangan secara massal sebagai wujud penolakan. Mesti berjalan singkat, aksi yang diikuti PPL (Paguyuban Pedagang Lokalisasi), Paguyuban Pengusaha Lokalisasi, PSK, dan seluruh elemen warga RW 1 ini berjalan dengan histeris. 

Saat orasi, Agus, sang orator meneriakkan pernyataan sikap lesan terkait penolakan penutupan. Pernyataan sikap tersebut meliputi warga Sememi Jaya menolak penutupan serta berharap agar pemkot berfikir atas kehidupan dan kelayakan ekonomi warga. Agus juga mengajak warga agar menyatukan tekad untuk mempertahankan lokalisasi.

"Dengan penutupan akan berdampak pada penyakit yang akan ditularkan. Akan terjadi prostitusi liar. Bahkan, harus diperhatikan juga efek lain yaitu naiknya tingkat pengangguran dan kejahatan di wilayah ini," teriak Agus ke ratusan penghuni.

Sebab, lanjutnya, ada 178 lebih warga yang mencari nafkah di Sememi. "Kasian kalau tiba-tiba ditutup begitu saja, terus kita mau makan apa. Kami meminta kepada Pemkot agar memberikan kejelasan tentang status lokalisasi apa jadi ditutup apa tidak. Jadi, Saya minta realisasi dialog terlebih dulu. Sehingga warga tak hanya diombang-ambingkan isu seperti sekarang," tegas Agus seusai orasi.

Sementara itu, Marni salah seorang penjual nasi yang selama ini berjualan di area lokalisasi mengatakan. Dirinya dengan tegas menolak penutupan. Karena Ibu dua orang anak ini merasa telah membesarkan anak – anaknya dari lokalisasi ini. "Sekarang mulai sepi mas. Sebelum ada isu (penutupan) ini, penghasilan Saya bisa 200 ribu perhari. Sekarang, rata – rata hanya 70 ribuan. Tolong Bu Risma. Jangan ditutup ya. Kalau ditutup, Saya mau kerja apa," keluh Marni yang meminta agar pesannya bisa tersampaikan ke Risma.

Di tempat yang sama, Luna (nama samaran), salah seorang PSK mengatakan bahwa dengan adanya isu ini tamunya banyak yang menghilang. Biasanya, dalam sehari saja. Dirinya bisa didatangi klien hingga 10 orang. Namun sekarang, untuk menembus angka tersebut sangat sulit. Rata–rata hanya 1 hingga 3 orang saja. "Mungkin mereka (klien) takut di operasi atau pas ditutup tiba – tiba. Jadinya enggan kesini. Tolonglah jangan sampai ditutup. Beneran mas. Sudah satu bulan ini sepi sekali. Semoga Pemerintah mempertimbangkan nasib kami disini," pinta Luna.

Untuk diketahui, deklarasi ini dimulai pukul 15.00 hingga 17.00 Wib. Nampak ratusan warga baik laki – laki maupun perempuan ikut memadati balai paguyuban. Beberapa PSK yang hadir rata – rata mengenakan penutup muka (masker) agar wajahnya tak dikenali. Meski suasana ramai dan penuh teriakan. Deklarasi ini berjalan lancar dengan kawalan aparat Polsek Benowo. Semua warga yang begitu nampak antusias membubuhkan tanda tangan mereka di kertas yang sudah disediakan.

Dari pantauan dilapangan. Hingga semalam, di lokalisasi ini nampak datang puluhan aparat gabungan dari Polrestabes dan Satpol PP kota. Pengamanan ini dilakukan terkait tersebarnya isu bahwa akan ada penutupan oleh Walikota Tri Rismaharini. Selain itu, pada pukul 19.00 Wib semalam juga diadakan pengajian akbar yang melibatkan penghuni yang pro dengan penutupan. Bahkan, dengan adanya kegiatan keagamaan tersebut. Pengusaha diminta untuk menutup wismanya hingga pengajian selesai.


*Sumber : beritajatim.com

Tak Ada Penegak Hukum yang 100 Persen Bersih

Post By Indo Artha on 22 Desember 2013 | 12:55 AM

Jakarta - Mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh angkat bicara perihal kasus suap yang menjegal Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya nonaktif Subri. Menurutnya, tidak ada penegak hukum yang benar-benar bersih.

"Pendapat saya jadi kita kalau instrospeksi tidak ada korps penegak hukum yang 100 persen bersih itu tidak ada," ujar Abdul Rahman di di Museum Nasional, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2013).

Abdul Rahman mengatakan hal itu di sela-sela acara Malam Peluncuran Catatan Akhir Tahun dan Penggalangan Dana yang digelar LBH Jakarta.

Abdul Rahman pernah menjabat sebagai Jaksa Agung dari periode tahun 2004-2007. Dia juga berpengalaman sebagai hakim dan jaksa.

"Yang belum pernah di kepolisian saya, kita tidak bisa menuding kelompok ini atau itu yang bersih," tuturnya.

"Saya lihat pak Basrief besar keinginannya. Saya kira persoalannya tidak mudah sebagai jaksa agung. Kalau sampai sekarang belum sukses, pasti bukan kesengajaan," tandasnya.
 
Copyright © 2014. Gombek - All Rights Reserved