Terkini
Tampilkan postingan dengan label jember. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jember. Tampilkan semua postingan

Siswi SMP Diperkosa di Kebun Jati

Post By Indo Artha on 22 Januari 2014 | 5:37 AM

Ilustrasi
Ilustrasi
Gombek.com, Jember - Mawar (bukan nama sebenarnya), seorang siswi kelas 3 SMP, diperkosa Fr, warga Kecamatan Sukowono, di sebuah kebun jati dekat sekolahnya di Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Si siswi teler setelah minum minuman keras oplosan.

Aksi amoral Fr berawal saat Bunga pulang sekolah. "Tersangka menghubungi korban. Lalu korban dijemput dan diajak pesta minum oplosan," kata Kepala Urusan Pembinaan dan Operasi Satuan Reserse Kriminalitas Kepolisian Resor Jember, Inspektur Satu Suhartanto, Selasa (21/1/2014).

Mawar tak sendiri. Ikut dalam pesta miras itu seorang kawan Fr dan seorang teman perempuan Mawar. Pesta miras membuat Mawar teler. Saat itulah kawan Mawar dan Fr pergi, dan Fr pun melakukan tindakan bejat itu.

Namun perbuatan Fr ini ketahuan warga. Warga pun menggerebek dan menangkap pelaku. Mawar segera dilarikan ke puskesmas setempat. Sementara Fr dibawa ke Markas Kepolisian Sektor Sumberjambe dan ditahan. Polisi menyita satu botol miras oplosan minuman suplemen dan sebotol alkohol untuk dijadikan barang bukti. 

Seribu Banser Jember Jaga 78 Gereja

Post By Indo Artha on 24 Desember 2013 | 10:02 PM

Jember - Seribu orang personil Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikerahkan mengamankan perayaan malam Natal di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (24/12/2013). Ini kegiatan rutin tahunan sejak 1999.

"Saya sudah menginstruksikan pengurus anak cabang untuk berkoordinasi dengan kepolisian sektor masing-masing dan ikut mengamankan 78 gereja di Jember," kata Ketua Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Cabang Jember, Ayub Junaidi.

Satu gereja bisa dijaga 10 orang anggota Banser. "Namun untuk gereja yang besar di pusat kota bisa dijaga 50 orang anggota," kata Ayub.

Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Jember Komisaris Imam Pauji menyatakan, sterilisasi sudah dilakukan di semua gereja. "Masing-masing gereja, pengamanannya disesuaikan dengan potensi kerawanan dan jumlah jamaah. Khusus 24 dan 25 Desember, gereja dijaga terus-menerus di samping saat jam-jam tertentu peribadatan," katanya.

Gereja Katolik Santo Yusuf malam ini menyelenggarakan dua kali misa, yakni pukul 17.00 dan 20.30. "Dibagi dua kali karena tempatnya terbatas, tak bisa menampung jamaah," kata Ketua Dewan Pastoral Paroki Bidang Paguyuban Gereja Katolik Santo Yusuf, Ignatius Sumarwiadi.

Sementara itu, saat 25 Desember besok, ada empat kali misa. Pukul 5.30 diperuntukkan masyarakat umum, pukul 8 untuk anak-anak, pukul 10 untuk jamaah lanjut usia, dan pukul 5.30 untuk kaum muda. Ignatius sudah meminta kepada para jamaah untuk tidak membawa tas atau jaket yang bisa mengundang kecurigaan.

Pengurus gereja juga menempatkan pimpinan jamaah di depan pintu masuk. "Ketika ada yang mencurigakan, kami koordinasi dengan pihak keamanan," kata Ignatius.

*Sumber : beritajatim.com
 
Copyright © 2014. Gombek - All Rights Reserved