Jember - Seribu orang personil
Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikerahkan mengamankan perayaan malam
Natal di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (24/12/2013). Ini kegiatan
rutin tahunan sejak 1999.
"Saya sudah menginstruksikan pengurus anak cabang untuk berkoordinasi dengan kepolisian sektor masing-masing dan ikut mengamankan 78 gereja di Jember," kata Ketua Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Cabang Jember, Ayub Junaidi.
Satu gereja bisa dijaga 10 orang anggota Banser. "Namun untuk gereja yang besar di pusat kota bisa dijaga 50 orang anggota," kata Ayub.
Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Jember Komisaris Imam Pauji menyatakan, sterilisasi sudah dilakukan di semua gereja. "Masing-masing gereja, pengamanannya disesuaikan dengan potensi kerawanan dan jumlah jamaah. Khusus 24 dan 25 Desember, gereja dijaga terus-menerus di samping saat jam-jam tertentu peribadatan," katanya.
Gereja Katolik Santo Yusuf malam ini menyelenggarakan dua kali misa, yakni pukul 17.00 dan 20.30. "Dibagi dua kali karena tempatnya terbatas, tak bisa menampung jamaah," kata Ketua Dewan Pastoral Paroki Bidang Paguyuban Gereja Katolik Santo Yusuf, Ignatius Sumarwiadi.
Sementara itu, saat 25 Desember besok, ada empat kali misa. Pukul 5.30 diperuntukkan masyarakat umum, pukul 8 untuk anak-anak, pukul 10 untuk jamaah lanjut usia, dan pukul 5.30 untuk kaum muda. Ignatius sudah meminta kepada para jamaah untuk tidak membawa tas atau jaket yang bisa mengundang kecurigaan.
Pengurus gereja juga menempatkan pimpinan jamaah di depan pintu masuk. "Ketika ada yang mencurigakan, kami koordinasi dengan pihak keamanan," kata Ignatius.
*Sumber : beritajatim.com
"Saya sudah menginstruksikan pengurus anak cabang untuk berkoordinasi dengan kepolisian sektor masing-masing dan ikut mengamankan 78 gereja di Jember," kata Ketua Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Cabang Jember, Ayub Junaidi.
Satu gereja bisa dijaga 10 orang anggota Banser. "Namun untuk gereja yang besar di pusat kota bisa dijaga 50 orang anggota," kata Ayub.
Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Jember Komisaris Imam Pauji menyatakan, sterilisasi sudah dilakukan di semua gereja. "Masing-masing gereja, pengamanannya disesuaikan dengan potensi kerawanan dan jumlah jamaah. Khusus 24 dan 25 Desember, gereja dijaga terus-menerus di samping saat jam-jam tertentu peribadatan," katanya.
Gereja Katolik Santo Yusuf malam ini menyelenggarakan dua kali misa, yakni pukul 17.00 dan 20.30. "Dibagi dua kali karena tempatnya terbatas, tak bisa menampung jamaah," kata Ketua Dewan Pastoral Paroki Bidang Paguyuban Gereja Katolik Santo Yusuf, Ignatius Sumarwiadi.
Sementara itu, saat 25 Desember besok, ada empat kali misa. Pukul 5.30 diperuntukkan masyarakat umum, pukul 8 untuk anak-anak, pukul 10 untuk jamaah lanjut usia, dan pukul 5.30 untuk kaum muda. Ignatius sudah meminta kepada para jamaah untuk tidak membawa tas atau jaket yang bisa mengundang kecurigaan.
Pengurus gereja juga menempatkan pimpinan jamaah di depan pintu masuk. "Ketika ada yang mencurigakan, kami koordinasi dengan pihak keamanan," kata Ignatius.
*Sumber : beritajatim.com
