Home » , , , , » Risma Deklarasi Penutupan Lokalisasi Sememi Benowo

Risma Deklarasi Penutupan Lokalisasi Sememi Benowo

Post By Indo Artha on 24 Desember 2013 | 4:00 AM

Surabaya - Rencana Pemkot Surabaya menutup empat lokalisasi terwujud. Setelah menutup lokalisasi Dupak Bangunsari, Moroseneng, dan Klakah Rejo, kali ini bersama warga dan tokoh masyarakat Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo resmi mendeklarasikan wilayahnya bebas prostitusi.

"Warga resmi mendeklarasikan Sememi menjadi wilayah yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan bebas prostitusi, tepatnya Minggu (22/12/2013) malam," ucap Risma, Senin (23/12/2013).

Keseriusan ini, lanjutnya, juga dibarengi upaya warga membangun wilayahnya menjadi lebih baik. Seperti pembangunan gedung sekolah, pasar tradisional, serta taman bermain anak-anak. "Pembinaan dan pelatihan ketrampilan kepada para wanita tuna susila (WTS) juga sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu. Ada sekitar 400 WTS sekarang sudah terampil membuat handycraft, menjahit, tata boga dan lain-lain," imbuhnya.

Risma menambahkan, masa depan anak-anak di Surabaya lebih penting dari sekadar bisnis menggiurkan yang tidak sesuai dengan peraturan agama. “Anak-anak dimana pun dia berada berhak merasakan kemerdekaan memperoleh pendidikan, keberhasilan, dan keseuksesan. Makanya, saya berniat untuk menutup lokalisasi apapun resikonya akan saya jalani,” ucap Risma dihadapan warga dan tokoh masyarakat Sememi.

Walikota yang disebut dalam artikel berjudul 'Surabaya's Mrs. Mayor: Indonesia's Best Kept Secret' yang ditulis Stanley Weiss ini mengaku, memang tidak mudah menutup lokalisasi di Surabaya, prostitusi merupakan salah satu bisnis yang menggiurkan untuk mendapatkan keuntungan besar. Untuk itu, pihaknya melakukan pendampingan kepada anak-anak usia sekolah yang terjerumus dengan persoalan traficking.

“Saya melakukan pendampingan kepada anak-anak ini ke sekolah-sekolah yang terdampak kawasan lokalisasi. Setiap berkunjung saya selalu membawa psikiater untuk mengetahui permasalahan apa yang menimpa mereka, sampai mereka terjerumus persoalan prostitusi. Darisanalah saya semakin kuat untuk menutup lokalisasi di Surabaya, karena memang dampaknya sangat buruk bagi masa depan anak-anak kita,” tuturnya.

*Sumber : beritajatim.com
Share this article :
 
Copyright © 2014. Gombek - All Rights Reserved