Terkini
Tampilkan postingan dengan label banjir jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banjir jakarta. Tampilkan semua postingan

Nadia Vega Bantu Warga Tebet Bersihkan Sampah Akibat Banjir

Post By Indo Artha on 26 Januari 2014 | 11:48 PM

Nadia Vega
Gombek.com, Jakarta - Nadia Vega dan temannya, Irma Dharmawangsa mendatangi lokasi banjir di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (26/1/2014). Di sana, mereka membantu warga sekitar membersihkan sampah.

"Jadi kami ikut bersihkan sampah. Terus dibuang ke penampungan sampah," kata Nadia.

Menurut Nadia, meskipun genangan air di sana sudah surut, masalah lain muncul dengan kehadiran sampah. Kata dia, bila tak cepat dibersihkan, warga di sana rentan terkena penyakit.

"Mudah-mudahan warga di sini nggak ada yang kena penyakit ya," ucap perempuan yang pernah dikabarkan dekat dengan David NOAH ini.

Bicara soal banjir di kawasan itu yang sudah menjadi langganan, Nadia punya pesan untuk warga sekitar. Dia menghimbau agar warga tak membuang sampah sembarangan.

"Tapi pemerintah juga harus bekerja sama dengan masyarakat. Aku juga mengingatkan diri sendiri untuk jaga kebersihan," ucap Nadia.

Ahok Usulkan Posko Pengungsian Banjir Terpusat 1 Lokasi

Post By Indo Artha on 21 Januari 2014 | 5:28 AM

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
Gombek.com, Jakarta - Banjir masih menggenang sejumlah wilayah DKI Jakarta. Posko bantuan dan pengungsian bagi para korban banjir pun disediakan, baik dari pemerintah maupun dari lembaga lainnya. Namun kondisi posko yang tersebar dan tidak beraturan, menjadi permasalahan baru bagi Pemprov DKI.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menginginkan agar posko pengungsi dipusatkan di satu lokasi saja. "Salah satu langkah penanganan banjir jangka pendek, terutama bagi para pengungsi. Kita sedang coba usulkan agar para pengungsi itu dipusatkan di satu posko saja," ujar Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Senin (20/1/2014).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengusulkan sejumlah tempat yang dapat dijadikan sebagai pusat posko pengungsian, seperti Asrama Haji, Bumi Perkemahan Cibubur, dan Gelanggang Olah Raga (GOR).

Sebab ia menilai, lokasi tersebut cukup luas untuk menampung para korban banjir yang jumlahnya ribuan. Selain itu, kondisinya juga dianggap layak, dengan ketersediaan kamar mandi, air bersih, dan lainnya. "Jadi mudah juga kita mengaturnya. Masyarakat tetap bisa hidup bersih," ujarnya.

Selain itu, menurut Ahok, pemusatan tempat pengungsian dapat memudahkan penyaluran bantuan logistik dan makanan kepada para korban banjir.

Ahok juga meyakini, bila sistem tersebut dijalankan, warga yang tadinya menolak diungsikan, akan bersedia mengungsi karena di lokasi-lokasi itu para pengungsi dapat hidup dengan layak. "Mereka kan juga akan disediakan makanan untuk 3 kali sehari kalau seperti itu," kata dia.

Sejauh ini, pria berkacamata itu menilai, penyaluran bantuan kepada para korban banjir tidak dapat dikontrol dengan mudah, sehingga mengakibatkan distribusi bantuan menjadi tidak merata.

"Karena ada juga kejadian, misalnya perusahaan ingin memberikan bantuan, tapi tidak tahu harus menyalurkan ke mana. Kalau dipusatkan, tentu kita bisa mengontrol tempat pengungsian mana saja yang masih membutuhkan bantuan," tandas Ahok.

*Sumber : liputan6.com

Kali Bekasi Meluap, 5 Rumah Warga Roboh

Post By Indo Artha on 19 Januari 2014 | 3:02 AM

Gombek.com, Bekasi - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi, Jawa Barat, sejak beberapa hari ini membuat air kali Bekasi meluap hingga 20 meter. Akibatnya rumah-rumah di pinggir kali roboh karena tergerus air.

Pada Jumat 17 Januari 2014, sebanyak 7 rumah warga di Kampung Pondok Panjang RT 02/03, Telukpucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi, roboh akibat longsor kali Bekasi.

Pada Minggu (19/1/2014) dini hari, 5 rumah warga kembali lagi roboh diterjang luapan kali Bekasi dan diperkirakan akan terus bertambah lantaran air terus meluap. Sedikitnya 30 warga kini mengungsi lantaran khawatir longsor susulan akan terjadi merobohkan rumah mereka.

"Total rumah yang roboh sekarang ini menjadi 12, dan dikhawatirkan akan bertambah karena batas kali dengan rumah warga yang awalnya 5 meter kini hanya 20 centimeter," ujar Khalid, salah satu warga setempat.

Saripah (54), salah satu warga yang rumahnya roboh menuturkan, saat longsor ia dan anaknya mengungsi di rumah tetangganya. Tiba-tiba tanah langgung bergoyang seperti gempa bumi. "Rumah langsung roboh dan hanyut ke kali ," ujar wanita yang mengaku sudah menempati rumah tersebut hampir 25 tahun.

’’Habis semua barang-barang yang ada di dalam rumah tanpa ada yang diselamatkan,’’ paparnya.

Sementara itu Mustajab, ketua RT setempat mengatakan, saat ini seluruh warga yang rumahnya roboh diungsikan ke rumah kerabatnya yang tak jauh dari lokasi.

Mustajab mengimbau kepada seluruh warganya yang tinggal di dekat pinggir kali segera mengungsi dan menjauh dari lokasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya korban.

*Sumber : liputan6.com

Pintu Air Manggarai Siaga 1

Post By Indo Artha on 18 Januari 2014 | 1:53 AM

Bendungan Katulampa
Gombek.com, Jakarta - Hujan deras yang terus mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada malam hari ini membuat debit air sungai di Pintu Air Manggarai mencapai ketinggian 950 cm atau sudah dalam batas siaga 1. Warga pun dihimbau untuk mewaspadai datangnya banjir.

"Pada Sabtu (18/1) pukul 00.15 wib, Sungai Ciliwung di Pintu Air Manggarai pada posisi 950 cm (Siaga I)," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (18/1/2014).

Selain Pintu Air Manggarai, ketinggian air di Pintu Air Karet mencapai 620 cm yang juga telah Siaga I. Warga di sepanjang aliran Kanal Banjir Barat dan Ciliwung Kecil diminta waspada akan banjir.

"Warga agar waspada khususnya sepanjang aliran Kanal Banjir Barat dan Ciliwung Kecil antara lain daerah Kartini, Pasar Paru, Pegangsaan, Kwitang, Gunung Sahari, Karet, Grogol, Roxy, Jelambar, dan sekitarnya," jelasnya.

*Sumber : liputan6.com

Selama Jakarta Banjir, PLN Padamkan 80 Gardu Listrik

Post By Indo Artha on 13 Januari 2014 | 11:54 PM

Gombek.com, Jakarta - Banjir di Jakarta membuat beberapa wilayah Jakarta mati listrik. PLN mencatat, 80 gardu distribusi mengalam pemadaman listrik.

"Untuk hari ini tercatat ada 80 gardu distribusi yang mengalami pemadaman," kata Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jakarta-Tangerang, Roxy Swagerino, Senin (13/1/2014).

Roxy mengatakan, gardu yang mengalami pemadaman berada di seluruh wilayah DKI Jakarta. Paling banyak berada di Jakarta Timur.

"Pemadaman paling banyak di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan sebagian wilayah Jakarta Pusat," lanjutnya.

Dirinya belum bisa memastikan berapa lama pemadaman ini berlangsung. Sebab, sampai saat ini wilayah-wilayah di Jakarta masih terendam banjir.

"Kami masih lihat perkembangannya seperti apa. Mudah-mudahan hujan tidak besar. Kalau aman, akan kita nyalakan lagi," ungkap Roxy.

Hingga kini, dirinya belum mendapat laporan ada kerusakan gardu di wilayahnya. Sebab, sebagian besar gardu listrik sudah dibuat lebih tinggi sehingga tidak terendam air.

*Sumber : liputan6.com

Listrik di Pusat Bisnis Jakarta Dipadamkan

Listrik
Gombek.com, Jakarta - Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (12/1/2014) telah mengakibatkan sejumlah daerah tergenang banjir. Tak hanya kawasan pemukiman, Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kilo Volt (kV) Cawang–Setiabudi milik PLN di daerah Kalibata juga ikut terendam karena berada dekat bantaran sungai Ciliwung.

"SKTT Cawang-Setiabudi terendam banjir dan tertutup oleh sampah bawaan banjir," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (13/1/2014).

Untuk itu, demi keamanan semua pihak terutama warga dari hal-hal yang tidak diinginkan, maka PLN terpaksa menghentikan sementara pasokan listrik yang melalui SKTT 150 kV Cawang-Setiabudi.

"Terhentinya sementara waktu pasokan listrik yang disuplai SKTT Cawang-Setiabudi ini berakibat dua Gardu Induk (GI) ikut dipadamkan, yaitu GI Setiabudi dan GI Dukuh Atas," terang dia.

Pemadaman dua gardu induk tersebut telah menyebabkan sejumlah daerah termasuk kawasan pusat bisnis di Jakarta terpaksa mengalami pemadaman aliran listrik.

Beberapa daerah diantaranya yaitu kawasan Kuningan, Apartemen Epicentrum, sebagian kawasan perkantoran Setiabudi, sebagian jalan Sudirman dan juga sebagian jalan Thamrin serta sekitar jalan Diponegoro, Menteng.

*Sumber : liputan6.com
 
Copyright © 2014. Gombek - All Rights Reserved