Terkini
Tampilkan postingan dengan label banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banjir. Tampilkan semua postingan

Pintu Air Manggarai Siaga 1

Post By Indo Artha on 18 Januari 2014 | 1:53 AM

Bendungan Katulampa
Gombek.com, Jakarta - Hujan deras yang terus mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada malam hari ini membuat debit air sungai di Pintu Air Manggarai mencapai ketinggian 950 cm atau sudah dalam batas siaga 1. Warga pun dihimbau untuk mewaspadai datangnya banjir.

"Pada Sabtu (18/1) pukul 00.15 wib, Sungai Ciliwung di Pintu Air Manggarai pada posisi 950 cm (Siaga I)," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (18/1/2014).

Selain Pintu Air Manggarai, ketinggian air di Pintu Air Karet mencapai 620 cm yang juga telah Siaga I. Warga di sepanjang aliran Kanal Banjir Barat dan Ciliwung Kecil diminta waspada akan banjir.

"Warga agar waspada khususnya sepanjang aliran Kanal Banjir Barat dan Ciliwung Kecil antara lain daerah Kartini, Pasar Paru, Pegangsaan, Kwitang, Gunung Sahari, Karet, Grogol, Roxy, Jelambar, dan sekitarnya," jelasnya.

*Sumber : liputan6.com

Listrik di Pusat Bisnis Jakarta Dipadamkan

Post By Indo Artha on 13 Januari 2014 | 4:07 PM

Listrik
Gombek.com, Jakarta - Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (12/1/2014) telah mengakibatkan sejumlah daerah tergenang banjir. Tak hanya kawasan pemukiman, Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kilo Volt (kV) Cawang–Setiabudi milik PLN di daerah Kalibata juga ikut terendam karena berada dekat bantaran sungai Ciliwung.

"SKTT Cawang-Setiabudi terendam banjir dan tertutup oleh sampah bawaan banjir," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (13/1/2014).

Untuk itu, demi keamanan semua pihak terutama warga dari hal-hal yang tidak diinginkan, maka PLN terpaksa menghentikan sementara pasokan listrik yang melalui SKTT 150 kV Cawang-Setiabudi.

"Terhentinya sementara waktu pasokan listrik yang disuplai SKTT Cawang-Setiabudi ini berakibat dua Gardu Induk (GI) ikut dipadamkan, yaitu GI Setiabudi dan GI Dukuh Atas," terang dia.

Pemadaman dua gardu induk tersebut telah menyebabkan sejumlah daerah termasuk kawasan pusat bisnis di Jakarta terpaksa mengalami pemadaman aliran listrik.

Beberapa daerah diantaranya yaitu kawasan Kuningan, Apartemen Epicentrum, sebagian kawasan perkantoran Setiabudi, sebagian jalan Sudirman dan juga sebagian jalan Thamrin serta sekitar jalan Diponegoro, Menteng.

*Sumber : liputan6.com

Warga Benjeng Hanyut Terseret Luapan Kali Lamong

Post By Indo Artha on 16 Desember 2013 | 12:45 AM


Ilustrasi
Gresik - Kemadi (55), warga Desa Karangasem, Kecamatan Benjeng, Gresik, hanyut terseret aliran luapan Kali Lamong, saat melintas di jembatan Desa Kelampok, Benjeng, Minggu (15/12/2013).
Tim Sar Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Tim Tagana hingga kini belum menemukan korban.

Tim Sar menerjunkan sejumlah perahu karet untuk mencari Kemadi tapi karena hujan lebat dan arus yang deras di aliran Kali Lamong akhirnya proses pencarian dihentikan sementara.
"Pak Kemadi jalan kaki untuk berkunjung ke rumah saudaranya, tiba-tiba saat melintas di atas jembatan
 Desa kelampok, Benjeng, langsung terseret arus air," kata Andik (35), saksi mata yang warga sekitar.

Sampai saat ini banjir luapan Kali Lamong terus meluber ke Desa Boboh, Kecamatan Menganti. Akibatnya, genangan air di Jl Raya Boboh ke timur mencapai pinggul orang dewasa, sehingga kendaraan roda dua banyak yang mogok.

15 Desa di Gresik Terendam Banjir

Post By Indo Artha on 15 Desember 2013 | 6:33 PM

Gresik - Sebanyak 15 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur terendam banjir akibat meluapnya Kali Lamong.

Dari rincian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Dari 15 desa itu, masing-masing 5 desa di Kecamatan Cerme, 7 Desa di Kecamatan Benjeng, dan 3 desa di Kecamatan Balongpanggang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Abu Hasan mengatakan, air yang menggenangi Gresik kali ini merupakan banjir kiriman. Setiap hujan deras terus menerus di wilayah Selatan Gresik, yaitu Mojokerto dan sekitarnya maka dipastikan Gresik akan banjir.

"Akibat banjir Kali Lamong ini maka air yang menggenangi Gresik cukup tinggi. Mulanya banjir menggenangi wilayah kecamatan Balongpanggang. Di wilayah ini banjir menggenangi setidaknya 3 desa. Saat ini di Balongpanggang sudah surut. Namun, ketinggian air di Desa Morowudi, Cerme masih tinggi berkisar antara 30 – 50 centimeter," katanya, Minggu (15/12/2013).

Ditambahkan Abu Hasan, yang terparah adalah Kecamatan Benjeng yaitu sampai menggenangi 7 desa. Untuk itu, terkait dengan banjir ini BPBD Gresik sudah berkordinasi dengan pihak Tim Tanggap Bencana (Tagana) dan Dinas Sosial untuk pendirian dapur umum.

"Kami menjaga kemungkinan adanya banjir susulan yang lebih parah. Makanya kami merencanakan mendirikan dapur umum di wilayah Kecamatan Benjeng. Selain itu, kami juga menyiapkan bantuan 1000 paket sembako yang disalurkan sore ini," tandasnya.


*Sumber : beritajatim.com
 
Copyright © 2014. Gombek - All Rights Reserved