Terkini
Tampilkan postingan dengan label pemilu 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemilu 2014. Tampilkan semua postingan

Ratusan Kotak Suara di Malang Rusak Akibat Abu Gunung Kelud

Post By Indo Artha on 22 Februari 2014 | 8:17 PM

Gombek.com, Malang - Bencana letusan Gunung Kelud tak hanya merusak rumah, sarana umum, dan lahan pertanian milik warga di Malang, Jawa Timur, saja. Dampak debu vulkaniknya juga mengancam persiapan Pemilu 2014 lantaran kotak suara rusak terkena abu Gunung Kelud.

Data yang didapat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, dari total 500 kotak suara sebanyak 230 kotak suara di antaranya rusak. Kotak suara yang rusak itu seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Ngantang.

"Ada sekitar 230 kotak suara yang rusak terdampak bencana erupsi Gunung Kelud," kata Komisioner KPU Kabupaten Malang Divisi Perencanaan, Anggaran dan Logistik, Ummar Khayyan di Malang, Sabtu (22/2/2014).

Kerusakannya itu disebabkan kotak suara yang sudah tertata di kantor panitia pemilihan kecamatan (PPK) tertutup debu vulkanik dengan ketebalan 10 cm hingga 25 cm. Dampaknya, kotak suara rusak tak kuat menahan beban abu vulkanik.

Sebagai solusi, KPU Malang sudah melaporkan kerusakan tersebut ke KPU Pusat. Bisa juga dengan meminjam kotak suara dari daerah terdekat seperti KPU Kota Batu. Sementara kotak suara cadangan milik Kabupaten Malang, kondisinya belum siap sepenuhnya.

"KPU Kota Batu punya 50 kotak suara cadangan yang bisa kita akan pinjam. Sisa kekurangannya mungkin bisa diganti oleh KPU Pusat atau dicarikan solusi lainnya," ungkap Ummar.

Di Kecamatan Ngantang terdapat 113 TPS yang tersebar di 13 desa dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 43.895 suara.

Jelang Pemilu, Kepala BNP2TKI Serukan Buruh Bersatu

Post By Indo Artha on 17 Februari 2014 | 2:49 AM

Jumhur Hidayat
Gombek.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat menilai, di tahun politik 2014 ini, buruh harus bisa menjalin konsolidasi lebih dalam untuk menentukan pilihan dalam memilih wakilnya yang akan duduk di parlemen. Sehingga, nantinya pemenuhan hak dan kesejahteraan para buruh dapat di perjuangkan.

"Buruh dari kekuatan gerakan buruh harus mulai menjadi kekuatan elektoral yakni dalam pilih memilih. Kalau temen-temen sudah teruji dalam gerakan yang siftanya pressure bisa ditransformasi ke kekuatan elektoral. Memilih golongan dari gerakan buruh," kata Jumhur saat menghadiri deklarasi Poros Buruh Pekerja Indonesia (PBPI) di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2014).

Jumhur menjelasakan, karena saat ini merupakan era demokrasi, maka yang terpenting itu adalah kekuatan dukungan terhadap wakil rakyat baik yang akan duduk di kursi legislatif maupun eksekutif. Karena, jika buruh tidak membentuk kekuatan dukungan maka kondisi kesejahteraan para buruh dan pekerja akan tetap sama dari tahun ketahun.

"Serkarang era demokrasi yang utama adalah kekuatan elektoral untuk mentukan wajah baru. Kita tau jutan serikat buruh mereka tidak membentuk kekuatan elektoral tapi hanya menjadi objek. Kita ingin mentarasnformasikan. Ini menjadi cikal bakal gerakan buruh," lanjutnya.

Jumhur menjelaskan, PBPI yang baru dideklarasikan itu juga akan melakukan konsolidasi untuk menentukan siapa calon presiden yang dapat memberikan perubahan kesejahteraan kepada kaum buruh.

"Kita akan menganalisis sosok siapa yang paling tepat kita dukung. Intinya kita mendukung siapa saja yang pantas. Konsolidasi dari pintu ke pintu pilih capres dan wapres yang bisa bersinergi dengan kaum buruh," tandasnya.

*Sumber : liputan6.com

1 Peleton Polisi Cantik Siap Hadapi Demonstran Pemilu 2014

Post By Indo Artha on 11 Februari 2014 | 1:56 PM

Polisi Cantik
Gombek.com, Jakarta - Polisi-polisi cantik juga diterjunkan dalam simulasi pengaman Pemilu 2014 di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. 1 Peleton Polisi Wanita (Polwan) dikerahkan Polda Metro Jaya.

"25 Polwan dihitung 1 peleton bertugas sebagai negosiator dengan pihak yang berdemonstrasi, atau demonstran dari perempuan yang membawa anak. Itu kemungkinan terjadi nanti," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di gedung KPU, Selasa (11/2/2014).

Anggota polwan dinilai lebih efektif dalam bertindak sebagai negosiator dengan peserta demonstran. "Ya kan kalau Polwan itu agar timbul rasa chemistry, terus kan lebih soft," ujarnya.

Namun begitu, Rikwanto mengakui tidak tertutup kemungkinan demonstran bartindak anarkis, meski sudah ditangani oleh polwan.

"Kalau memang sudah nggak bisa sama polwan soal negosiasinya, nanti kita tarik. Barulah negosiator dari anggota pria yang jadi mengendalikan," tandas Rikwanto.

Dalam aksi simulasi di gedung KPU, Polda menerjunkan 400 anggotanya baik yang bertindak sebagai anggota polisi maupun peserta pemilu dan demonstran. Selain itu, 7 anjing pelacak beserta 3 mobil kendaraan tahanan dan 1 mobil ambulans juga disiapkan.

*Sumber : liputan6.com

13 Instruksi SBY untuk Pemilu 2014

SBY
Gombek.com, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak semua pihak dan elemen penyelenggara negara turut menyukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Dalam pidato peresmian pembukaan rapat kerja nasional (rakornas) pemantapan Pemilu 2014, SBY memberikan 13 instruksi kepada semua elemen negara yang terlibat dalam pelaksanaan pesta demokrasi seperti gubernur, bupati/walikota, pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mabes TNI, Mabes Polri, Kejaksaan Agung, BIN, KPU, Bawaslu, DKPP, KPK, serta pimpinan partai politik peserta pemilu.

Yang pertama, belajar dari Pemilu sebelumnya, SBY mengajak semua pihak turut serta menyukseskan Pemilu yang akan datang. "Kedua, mari kita ambil pengalaman dari Pemilu 2004 dan 2009 yang sudah baik mari kita jaga. Yang belum baik mari kita sempurnakan," ujar SBY di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Selanjutnya yang ketiga, kata SBY, pedoman pelaksanaan pemilu dan ketentuannya harus dilaksanakan sebaik-baiknya. "Yang keempat, mari kita pahami kewenangan, kewajiban, tanggung jawab dan tugas kita masing-masing. Apakah penyelenggara pemilu, pemerintah, partai-partai politik, aparat keamanan utama jajaran Polri mengemban tugas dan tentu masyarakat luas," ujar SBY.

Menghindari segala bentuk intimidasi dan penyimpangan yang terjadi saat pemilu menjadi instruksi kelima SBY. Karenanya, para penyelenggara pemilu diminta aktif untuk mencegah penyimpangan.

"Keenam, mari kita cegah terjadinya kekerasan di antara massa kontestan pemilih. Ketujuh, mari kita jaga akuntabilitas dan transparansi penyelenggara pemilu, parpol, jajaran pemerintah termasuk gubernur, kepala daerah serta jajaran aparat keamanan. Dalam pelaksanaan pemilu, suhu politik pasti meningkat dan ini suhu politik yang berlaku di mana pun," terang SBY.

Sementara itu, jika ada protes dan aduan terkait penyelenggaraan pemilu, SBY mewanti-wanti agar dilakukan secara tertib dan damai sesuai aturan, prosedur dan mekanisme yang ada.

"Itu kedelapan. Kita hindarkan kekerasan apalagi yang destruktif dan anarkistis. Sembilan, kepada pers dan media massa, saya berharap agar melakukan siaran dan pemberitaan yang akurat dan konstruktif. Saya yakin pers punya peran menyukseskan Pemilu 2014," imbuhnya.

Kesepuluh, SBY meminta jajaran pemerintah untuk tetap mengutamakan tugas-tugasnya dan mencegah terjadinya konflik kepentingan. "Kesebelas, jaga netralitas TNI dan Polri dalam Pemilu. Dalam pemilu lalu, TNI-Polri bisa netral. Era TNI-Polri berpolitik praktis sudah usai," tegas SBY.

"Keduabelas, jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah saya instruksikan membantu penyelenggara pemilu," sambung SBY yang langsung disambut tepuk tangan seluruh peserta rakornas.

Dan yang terakhir, mengenai penggunaan anggaran, SBY menegaskan agar tidak ada penyimpangan yang terjadi. Akuntabilitas dan tanggung jawab harus dilakukan secara benar. "Itulah 13 yang sebagian ajakan dan sebagian merupakan instruksi," demikian pungkas SBY.

*Sumber : liputan6.com
 
Copyright © 2014. Gombek - All Rights Reserved