Home » , , » Oplosan Tak Hanya Pada Minuman

Oplosan Tak Hanya Pada Minuman

Post By Indo Artha on 12 Desember 2013 | 7:36 PM

Malang - Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Besar Malang resah, lantaran maraknya isu beredarnya daging sapi yang dicampur dengan daging babi. Dugaan oplosan daging babi itu setelah meningkatnya harga daging sapi di Kota Malang hingga mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Sementara daging babi hanya Rp 50 ribu per kilogramnya.

"Kami resah karena tidak semua penjual daging sapi mencampuri dagangannya dengan daging babi. Kalau saya yang jelas tidak pernah menjual daging oplosan," kata Djazuli, salah satu pedagang daging di Pasar Besar Malang, Kamis (12/12/2013).

Menurutnya, adanya isu oplosan daging sapi merupakan imbas dari kelangkaan sapi di Kota Malang. Pedagang berharap pemerintah membuka kembali kran impor sapi asal Australia. "Kalau sapi langka dan harganya mahal, maka oknum pedagang nakal bisa mencampuri dengan daging babi untuk meminimalisir kerugian," ujarnya.

Saat ini, harga daging sapi di Kota Malang berada di kisaran Rp 95 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram. Mahalnya harga daging akibat kelangkaan sapi juga membuat daya beli masyarakat menurun, sehingga pedagang juga mengurangi penjualan daging.

"Biasanya saya bisa memotong satu ekor sapi per hari untuk dijual, tetapdalam kurun waktu 15 hari terakhir saya tidak memotong sapi lagi. Kalau memotong rugi karena pembeli menurun," tandasnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Pengusaha Muslim Indonesia (HPMI) Malang Raya Seksi Jagal, Abu Hasan menegaskan jika jagal di Kota Malang telah mengurungkan niatnya untuk melakukan mogok. Sebab meski terbatas, stok sapi di Kota Malang dinilai maih mencukupi. "Kami tidak jadi mogok, tetapi sebagai konsekuensinya harga daging sapi tetap mahal," pungkas Abu Hasan.

Saat ini, jumlah sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang sebanyak 40 ekor per hari, jumlah itu menurun dibandingkan sebelum sapi langka, yakni 70 ekor per hari. Sebelumnya, puluhan jagal di Kota Malang sempat mengancam mogok lantaran pemerintah tak segera mengambil tindakan terkait kelangkaan stok sapi di Kota Malang.

*Sumber : beritajatim.com
Share this article :
 
Copyright © 2014. Gombek - All Rights Reserved