![]() |
| Keluarga Alriskha Maghfira di RS Polri |
Sisca meyakini, putrinya yang masih duduk di bangku kelas X SMK Bina Pangudi Luhur, Matraman, itu menjadi korban kecelakaan kereta maut di Bintaro, Jakarta Selatan.
Meski dirinya belum dapat informasi yang pasti mengenai keadaan putrinya, Sisca terus menangis hingga jatuh pingsan. Tak hanya Sisca, kakak kandung Alriskha juga menangis histeris membayangkan kemungkinan terburuk yang harus diterimanya.
Keluarga yakin Icha, panggilan akrab Alriska, menumpang KRL Commuter Line 1131 jurusan Serpong-Tanah Abang yang terlibat tabrakan dengan truk tangki Pertamina berisi BBM.
Icha yang tinggal di daerah Jombang, Tangerang Selatan, itu harus menaiki kereta ke arah Tanah Abang dan menyambung kereta ke arah Jatinegara untuk sampai di sekolahnya di daerah Matraman, Jakarta Timur.
"Setelah dapat informasi kereta kecelakaan, saya telefon HP-nya tidak aktif, saya cari-cari ke Rumah Sakit Suyoto tapi belum ketemu," kata tante Icha, Sisi saat ditemui di RS Polri, Senin (9/12/2013).
Sisi menjelaskan, sebelum berangkat ke sekolah, sedianya sang ibu yang hendak berbelanja ke Pasar Tanah Abang, ingin berjalan bersama-sama. Namun, Icha menolak karena mengaku terburu-buru.
"Tadi mau bareng ibunya, tapi dia mau duluan karena sudah terlambat katanya. Keluarga masih cari keberadaannya, semoga bukan Icha yang meninggal," papar Sisi.
Diketahui, lima kantung mayat berisi tubuh korban kecelakaan dibawa ke RS Polri. Kelimanya yakni, masinis kereta Darman Prasetyo, teknisi mesin Sofyan Hadi, asisten masinis Agus Suroto dan dua penumpang kereta Rosa Kesauliya dan Alriskha Maghfirah.
Sumber : okzone.com
