Terkini
Tampilkan postingan dengan label bekerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bekerja. Tampilkan semua postingan

4 Pijakan Mencapai Karir Impian

Post By Indo Artha on 18 Februari 2014 | 5:57 AM

Gombek.com, New York - Tak setiap orang bisa menggapai karir yang diidam-idamkan. Kadang, banyak kendala yang membuat seseorang akhirnya pasrah dengan karir yang dimiliki serta enggan mencoba mendapatkan yang lebih baik.

Seperti dikutip dari Career Realism, Selasa (18/2/2014), sebenarnya banyak cara untuk mengejar karir impian Anda.

Salah satunya adalah dengan terus mengembangkan keahlian dan kemampuan sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini.

Anda juga perlu menyadari berbagai usaha dan pengorbanan perlu dilakukan guna mengejar mimpi tersebut. Berikut empat trik sederhana yang bisa membantu Anda menggapai karir impian:

1. Tak cukup hanya dengan bermimpi

Penting bagi Anda untuk merencanakan satu karir yang menjadi mimpi pribadi. Setiap orang bisa bermimpi, tapi hanya segelintir orang yang mampu mengubahnya menjadi kenyataan.

Selain itu, Anda juga harus bisa mengenali kelemahan dan keunggulan pribadi. Pendekatan itu harus tenang dan positif serta tidak dilakukan secara emosional.

Dengan memahami apa yang bisa dilakukan dan tidak, Anda akan tahu langkah apa yang perlu dijajal guna menggapai karir tersebut.

2. Mengetahui apa yang dibutuhkan atasan perusahaan
Dalam hubungan tenaga kerja tentu saja ada atasan dan bawahan. Para atasan tentu mengharapkan pegawainya dapat menguntungkan perusahaan.

Artinya, sebagai calon pegawai, Anda harus memikirkan kepentingan atasan terlebih dahulu. Kemampuan dan keahlian apa yang bisa Anda sumbangkan sangat penting dalam menentukan kelanjutan karir di kantor.

3. Tunjukan keahlian secara efektif
Harus disadari, sejumlah perusahaan beroperasi dalam situasi yang kompetitif. Tentu saja, mengejar karir idaman akan sulit tercapai tanpa pengorbanan.

Menunjukkan kemampuan pribadi secara efektif dapat berupa penggunaan kualifikasi, pengalaman, dan kompetisi yang dapat menarik perhatian si bos.

Tunjukkan kemampuan utama Anda berupa hasil kerja yang memuaskan guna memudahkan perkembangan dan pertumbuhan karir pribadi.

4. Mengembangkan kemampuan dan keahlian

Banyak alasan untuk memperoleh pekerjaan idaman termasuk, komitmen, kepuasan kerja, dan pertumbuhan karir. Namun itu semua tak cukup.

Diperlukan kesadaran untuk menyesuaikan kemampuan dan keahlian sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja saat itu. Fokus untuk mengembangkan rencana dan strategi dapat digunakan untuk mencetak berbagai peluang karir yang gemilang.

6 Penyebab Ditolak Saat Melamar Kerja

Post By Indo Artha on 7 Februari 2014 | 10:56 PM

Ditolak Kerja
Gombek.com, New York - Ditolak saat melamar pekerjaan menjadi hal paling menyakitkan yang sering dirasakan mereka yang sedang mencari kerja. Bahkan bagi sebagian orang, itu tak hanya sekali terjadi. Ingin tahu mengapa Anda sering ditolak saat melamar kerja?.

Seperti dikutip dari Career Realism, Jumat (7/2/2014), terdapat sejumlah alasan baik personal maupun profesional yang membuat Anda ditolak saat melamar kerja.

Bahkan penampilan yang kurang rapih saja bisa membuat seseorang ditolak saat melamar kerja. Kadang kemampuan diri yang terlalu tinggi juga membuat perusahaan segan menerima Anda.

Berikut, enam alasan yang membuat Anda sering ditolak saat melamar kerja:

1. Anda meminta gaji terlalu tinggi

Banyak penelitian yang menunjukkan sejumlah pengusaha berusaha menekan pendapatannya dengan mengurangi gaji pegawai. Faktanya, banyak orang yang akhirnya ditolak saat melamar kerja karena mengajukan gaji yang terlalu tinggi pada perusahaan.

2. Tidak mempersiapkan diri

Meski banyak orang menganggapnya sebagai hal mudah, tapi wawancara dan tes kerja tidak boleh dianggap sepele.

Anda harus belajar memenuhi pengetahuan pribadi tentang bidang yang diminati, lalu berlatihlah berkomunikasi dengan teman untuk mengetahui sejauh mana potensi yang dimiliki agar bisa diterima bekerja.

Hati-hati, salah satu kesalahan orang hingga tidak diterima kerja adalah karena kurang mempersiapkan diri.

3. Tidak mampu berkomunikasi dengan baik

Saat tengah mengikuti wawancara jangan membuat pihak perusahaan bingung dengan sejumlah jawaban yang Anda lontarkan. Jika ditanya, jawab dengan singkat dan jelas. Jangan berbicara berputar-putar dengan jawaban yang rancu.

Sulit berkomunikasi dengan baik membuat perusahaan dengan segera menolak Anda. Tapi jika beruntung, Anda bisa saja diterima. Siap-siap saja, tak lama kemudian akan dikeluarkan.

4. Hasil wawancara kerja yang buruk

Jangan senang dulu saat menerima panggilan dari sebuah perusahaan. Kadang, hasil wawancara Anda yang justru membuat tidak diterima saat melamar kerja.

Banyak atasan yang tidak suka dengan calon pegawai yang banyak bicara dan suka berdebat. Ingat, perusahaan mencari orang yang bisa bekerja sama dalam tim.

5. Penampilan yang tidak menarik

Kesan pertama kadang memang bisa menjadi salah satu faktor penentu diterima atau tidaknya Anda di sebuah perusahaan. Saat Anda melamar pekerjaan dengan pakaian tidak rapih, bertato dan rambut gondrong, perusahaan akan berpikir dua kali untuk merekrut Anda.

6. Kemampuan Anda terlalu baik

Secara realistis, perusahaan akan menolak para pegawai yang memiliki kualifikasi kerja terlalu tinggi. Bayangkan saja, sebagian atasan tentu akan menolak para pegawai yang memiliki pengalaman kerja jauh lebih lama darinya dan keterampilan lebih unggul.

Kadang, kemampuan Anda yang terlalu hebat membuat perusahaan urung merekrut Anda.
 
Copyright © 2014. Gombek - All Rights Reserved