Terkini
Tampilkan postingan dengan label whatsapp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label whatsapp. Tampilkan semua postingan

Akuisisi Facebook Atas WhatsApp Terancam Batal

Post By Indo Artha on 7 Maret 2014 | 5:23 PM

Gombek.com, San Francisco - Akuisisi Facebook atas WhatsApp senilai US$ 19 milyar atau sekitar Rp 223 triliun ternyata tidak semulus yang diperkirakan banyak pihak. Pasalnya lembaga privasi, baru-baru ini telah meminta regulator Amerika Serikat agar aksi akuisisi itu dihentikan.

Electronic Privacy Information Center (EPIC) dan Center for Digital Democracy (CDC) melayangkan keluhan kepada Federal Trade Commision (FTC) agar proses akuisisi tersebut diselidiki. Pasalnya Facebook dicurigai akan menggunakan semua data pengguna WhatsApp untuk kepentingan bisnisnya.

Meskipun WhatsApp telah memiliki komitmen untuk tidak mengumpulkan data pengguna untuk tujuan periklanan, namun tidak ada yang bisa menjamin komitmen itu akan terus bertahan setelah layanan pesan instan itu dibeli oleh Facebook.

Seperti yang diketahui Facebook adalah jejaring sosial No.1 di dunia dengan 1,2 miliar pengguna yang menghasilkan sebagian besar pemasukan dari iklan yang menargetkan pengguna dengan usia, jenis kelamin, dan lain sebagainya.

EPIC berharap jika FTC menyetujui akuisisi Facebook atas WhatsApp, harus dipastikan bahwa data pengguna WhatsApp tidak akan diakses oleh Facebook. Jika Facebook ketahuan menggunakan data WhatsApp, maka hal itu dianggap melanggar etika bisnis.

Namun, baik Facebook maupun WhatsApp menegaskan bahwa keduanya tetap merupakan perusahaan independen. "Seperti yang telah kami katakan berulang kali, WhatsApp akan beroperasi sebagai perusahaan independen dan akan menghormati privasi dan keamanan pengguna," kata Facebook menanggapi pengajuan EPIC.

55 Pegawai Whatsapp Jadi Miliarder

Post By Indo Artha on 21 Februari 2014 | 9:45 PM

Gombek.com, New York - Ada cerita unik yang tak kalah mengejutkan di balik aksi Facebook membeli penyedia layanan pesan instan populer, WhatsApp senilai US$ 19 miliar atau setara Rp 223 triliun (kurs: Rp 11.750 per dolar AS) kemarin. Setelah pembelian tersebut diumumkan, sebanyak 55 karyawan Whatsapp berhasil menjadi miliarder dadakan.

Mengutip laman Business Insider, Jumat (21/2/2014), total transaksi tersebut terdiri dari US$ 12 miliar saham dan US$ 4 miliar dalam bentuk uang tunai. Sementara sisa US$ 3 miliar lain yang juga diterima dalam bentuk saham dibagi-bagikan pada karyawan yang akan bertahan di perusahaan hingga empat tahun ke depan.

Hingga saat ini tidak ada yang mengetahui bagaimana dana senilai US$ 3 miliar itu akan dibagikan. Juga tak ada yang tahu, berapa banyak dana yang bakal diterima para pemilik Whatsapp dari pembayaran US$ 16 miliar lainnya.

Namun dikutip dari laporan Forbes terbaru, masing-masing pegawai Whatsapp akan menerima pembagian saham sebesar 1% dari total transaksi sebesar US$ 16 miliar tersebut.

Artinya, sebagian besar karyawan Whatsapp sekitar 55 orang akan menerima pembagian saham senilai 1% dari US$ 16 miliar yaitu US$ 160 juta atau setara Rp 1,88 triliun. Artinya dengan jumlah sebanyak itu, masing-masing pegawai Whatsapp tersebut langsung menyabet gelar miliarder. 

WhatsApp Ogah Diakusisi Google dan Facebook

Post By Indo Artha on 22 Januari 2014 | 7:29 PM

Jan Koum
Gombek.com, Sejak pertama kali beroperasi pada tahun 2009, kini aplikasi perpesanan instan WhatsApp diklaim telah memiliki sekitar 430 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Dengan basis pengguna yang sangat besar tersebut, maka tak heran jika sejumlah raksasa teknologi seperti Facebook dan Google dilaporkan tertarik untuk mengakuisisi WhatsApp Inc.

Menanggapi kabar ini, CEO WhatsApp Inc Jan Koum pada konferensi DLD di Munich, Jerman, menegaskan bahwa pihaknya hingga saat ini belum pernah sedkit pun memikirkan hal seputar akuisisi. Ia juga menyatakan saat pertama kali merintis WhatsApp bersama Brian Acton, mereka telah berniat untuk membuat perusahaan yang bersifat jangka panjang.

"Ketika mendirikan perusahaan, kami ingin membuat sesuatu untuk jangka panjang dan berkelanjutan. Tidak sulit untuk menjual sebuah perusahaan, tapi jika Anda melihat perusahaan yang ada saat ini seperti Facebook, Google, Yahoo, dan Twitter, mereka tidak menjual," ungkap Koum seperti dilansir laman TechCrunch, Kamis (23/1/2014).

Lebih lanjut Koum menjelaskan, ia bersama rekan-rekannya di WhatsApp Inc juga belum memiliki niat untuk menghadirkan iklan pada layananya. "Kami bukan perusahaan besar, namun kami mementingkan layanan dan interaksi yang menguntungkan bagi pengguna," sambung Koum.

WhatsApp sendiri memang dikenal sebagai perusahaan yang selalu menjaga mentalitas startup. Dengan jumlah pengguna yang begitu besar, hingga sekarang perusahaan yang berbasis di Santa Clara County, California, ini hanya memperkerjakan sekitar 50 orang pegawai.

Namun dengan jumlah pegawai yang sedikit, WhatsApp selalu mampu memberikan layanan terbaik bagi para penggunanya. 
 
Copyright © 2014. Gombek - All Rights Reserved