Sumenep - Meskipun banyak kalangan
menyoroti penyambutan kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ke
Sumenep yang menelan anggaran miliaran rupiah, namun Bupati Sumenep, A.
Busyro Karim justru menganggap biasa pengeluaran anggaran fantastis
tersebut.
"Itu semua memang masuk belanja modal. Kursi diganti,
lampu diganti, dan banyak item-item lain. Untuk pengamanan saja sudah
berapa anggarannya? Itu 3000 personel lho," kata Busyro, Kamis
(05/12/13).
Namun ia meminta agar tidak dinilai dari besaran
anggaran yang dikeluarkan, tapi dari dampak yang akan ditimbulkan pasca
kunjungan Presiden ke Sumenep. "Bayangkan saja, selain Presiden, ada 18
menteri yang menyertai. Dan Satuan Kerja terkait bisa langsung
menyampaikan proposal ke menteri. Saya juga bisa langsung menyampaikan
ke Presiden. Ini kan luar biasa," ujarnya.
Presiden SBY melakukan
kunjungan kerja selama 3 hari ke 4 Kabupaten d Madura. Sumenep menjadi
salah satu pilihan tempat Presiden untuk bermalam. Orang nomor 1 di
Indonesia ini tiba di Sumenep pada Rabu (04/12/13) sore, melihat pameran
kerajinan rakyat. Malam hari dilanjutkan dengan silaturahmi bersama
tokoh agama dan tokoh masyarakat se- Madura.
Sedangkan Kamis
(05/12/13), Presiden melakukan penanaman pohon di pendopo keraton
Sumenep, kemudian dilanjutkan dengan meninjau lahan garam di Desa Karang
Anyar, Kecamatan Kalianget, sekaligus melakukan dialog dengan
perwakilan petani garam.
"Kalaupun penyambutan Presiden ini
menelan anggaran Rp 1 milyar lebih, tidak masalah. Toh program-program
yang diajukan satuan kerja ke para menteri itu saya lihat lebih dari Rp 1
trilyun. Jadi tidak masalah kan kalau kita kehilangan, dalam tanda
kutip, uang Rp 1 milyar, tapi akan mendapat Rp 1 trilyun," tandasnya.
Dinas
Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Sumenep mengajukan
anggaran sebesar Rp 2,2 milyar untuk seluruh rangkaian acara penyambutan
kedatangan Presiden SBY. Anggaran fantastis tersebut termuat dalam
beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD), seperti Dinas Kebudayaan,
Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora), dan Dinas Komunikasi
dan Informatika (Kominfo) setempat.
Sumber : beritajatim.com
