Terkini
Tampilkan postingan dengan label tuban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tuban. Tampilkan semua postingan

Banjir Bandang Terjang Pemukiman Warga Kota Tuban

Post By Indo Artha on 15 Desember 2013 | 12:47 AM

Tuban - Banjir bandang yang terjadi akibat derasnya hujan yang terjadi selama beberapa jam di sejumlah wilayah Kabupaten Tuban itu tidak hanya menerjang jalur Pantura Tuban hingga mengakibatkan kemacetan beberapa kilometer, Sabtu (14/12/2013).

Banjir bandang yang merupakan air kiriman dari wilayah dataran tinggi di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban itu juga merendam sejumlah pemukiman warga yang berada di beberapa kelurahan Kota Tuban serja sejumlah ruas jalan tengah kota.

Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, banjir bandang tersebut juga melanda di Kelurahan Sedangharjo, Kelurahan Doromukti dan juga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Kota Tuban. Ratusan rumah yang ada di tiga kelurahan tersebut terendam air yang berwarna kecokelatan itu.

"Selain rumah tadi jalan tengah kota juga terendam banjir mas. Untuk di jalan Basuki Ramad dan Veteran tadi ketinggian air mencapai hampir selutut, dan banyak kendaraan yang tidak bisa lewat," terang Tasir, salah satu warga yang melintas di jalan Basuki Rahmad itu.

Untuk ketinggian air di dalam rumah warga yang ada di kelurahan Doromukti, Kecamatan Kota Tuban hingga mencapai setengah meter. Tak hanya itu kondisi airnya juga cukup deras hingga membuat sejumlah warga sempat panik untuk menyelamatkan barang-barangnya supaya tidak rusak.

"Kalau wilayah kota ini baru kali ini kebanjiran seperti ini mas. Mungkin karena hujannya sangat deras, jadinya gorong-gorong tidak mampu menampung air kiriman dari wilayah Semanding," ujar Hadi, salah satu warga setempat.

Setelah air surut, sejumlah warga yang rumahnya sempat terendam air sekitar satu jam lebih itu langsung membersihkan lumpur yang ada di dalam rumah mereka. Hingga malam ini hujan dengan intensitas rendah masih mengguyur sejumlah kawasan di Kabupaten Tuban.

*Sumber : beritajatim.com

Pencuri Motor Dibekuk Saat Ngopi

Post By Indo Artha on 13 Desember 2013 | 2:41 AM

Tuban - Petugas kepolisian berhasil melakukan penangkapan terhadap Taswan (27), warga Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Kamis (12/12/2013). Taswan memang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dari berbagai kasus tindakan kriminal.

Pelaku berhasil dibekuk oleh anggota dari Sat Reskrim Polres Tuban di warung kopi milik Mbah Modin, yang berada di Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Tuban. Pelaku terpaksa ditembak lantaran berusaha kabur saat dilakukan penangkapan.

Penangkapan terhadap Taswan, berawal saat petugas kepolisian Polres Tuban yang telah mendapatkan laporan kehilangan dua sepeda motor yang sedang di parkir di warung milik mbah Modin pada tanggan 2 dan 8 Desember ini.

Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan juga korban termasuk pemilik warung atas kejadian curanmor tersebut. Dari hasil penyelidikan bahwa pelaku pencurian adalah Taswan yang juga biasa ngopi di warung kopi itu.

"Dari pemeriksaan sejumlah saksi akhirnya kita berhasil mengetahui pelakunya. Kemudian kita tangkap pelaku di warung kopi yang dekat dengan Cagro desa tersebut," terang AKBP Ucu Kuspriyadi, Kapolres Tuban.

Dari penangkapan itu, petugas kemudian membawa pelaku untuk menunjukkan tempat menjual dua sepeda motor yang telah berhasil dicuri oleh pemuda itu. Dua sepeda motor yakni Vixion dan Mio berhasil ditemukan di Desa Trenggulung, Kecamatan Kebomas, Gresik.

"Untuk modusnya dalam melakukan pencurian pelaku menggunakan kunci T, pelaku datang ke warung kopi itu dengan jalan kaki. Kemudian setelah diwarung pelaku mencuri motor yang sedang diparkir dan ditinggalkan pemiliknya bekerja," lanjut Kapolres Tuban saat melakukan Pers Release kasus curanmor itu.

Dari hasil pengungkapan Taswan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) aparat kepolisian. Diantaranya ia terlibat kasus perampokan di Wilayah Rembang, Jateng, kasus curanmor lainnya serta penculikan anak dibawah umur di Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Tuban.

*Sumber : beritajatim.com

Di Razia, Arak Tuban Terus Produksi

Post By Indo Artha on 10 Desember 2013 | 1:27 AM

Tuban  - Meski telah beberapa kali dilakukan razia dan penertiban, sejumlah produsen pembuatan minuman keras jenis Arak yang berada di wilayah Kabupaten Tuban tetap membandel dengan tetap memproduksi Arak meski telah dilarang.

Hal itu terungkap setelah petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban bersama dengan petugas Kepolisian Polres Tuban dan juga TNI melakukan razia, hasilnya petugas masih menemukan ratusan liter Arak yang sudah siap untuk dipasarkan, Senin (09/12/2013).

Sedikitnya, dari hasil razia tersebut petugas masih menemukan 669 liter Arak yang siap untuk diedarkan dari satu lokasi pembuatan Arak milik Lik Tarmuji, warga Dusun Klampok, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban. Tak hanya itu petugas juga menemukan sejumlah peralatan untuk membuat arak.

Ratusan liter arak tersebut ditemukan oleh petugas yang sudah disimpan oleh pelaku pembuat arak di dalam 21 jurigen yang ada di dalam gudang milik pelaku tersebut. Tak hanya itu petugas gabungan juga menemukan sebanyak 24 botol air mineral yang berisikan minuman keras tradisional itu.

"Untuk barang bukti Arak yang sudah siap edar tersebut langsung kita amankan. Sedangkan untuk semua peralatan untuk pembuatan arak milik yang bersangkutan kita sita, karena tetap melakukan produksi membuat arak," terang Heri Muharwanto, Kasatpol PP Pemkab Tuban.

Selain mengamankan peralatan pembuatan arak yang masih tetap berproduksi tersebut, puluhan petugas gabungan itu juga menemukan puluhan drum bahan mentah pembuatan Arak itu yang merupakan milik dari Sarpin dan Patun, keduanya warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Tuban.

"Untuk semua peralatan yang kita sita diamankan di Polres Tuban, sedangkan untuk bahan pembuatan Arak atau Baceman hanya kita segel. Sebagian besar saat ini yang melakukan produksi dengan menggunakan cara tradisional, meski hasilnya tak seberapa tapi sangat meresahkan," lanjut Heri Muharwanto.

Sementara itu, dengan ditemukan masih banyak produsen arak yang masih produksi membuat petugas Satpol PP akan terus melakukan pengawasan dengan kegiatan razia. Dengan tujuan untuk meminimalisir perkembangan produksi mimuman keras itu di wilayah Tuban meski dengan cara tradisional.


*Sumber : beritajatim.com
 
Copyright © 2014. Gombek - All Rights Reserved